Hukum & Kriminal
Anak Pengasuh Panti Asuhan Ditetapkan Tersangka Dugaan Kasus Penganiayaan Santri Perempuan.
Published
2 tahun agoon
By
rasinews
RASI FM – Polres Magetan, Jawa Timur menetapkan M, terduga pelaku penganiayaan terhadap santri perempuan dibawah umur di salah satu panti asuhan sebagai tersangka. Kasi Humas Polres Magetan, Iptu Agus Riyanto, mengatakan polres menaikkan status M dari penyelidikan menjadi penyidikan dan penetapan tersangka kepada terduga pelaku.
“Hasil dari gelar perkara pada hari Jumat kemarin, inisial (M) yang semula menjadi saksi sudah ditetapkan menjadi tersangka,” ujarnya melalu pesan singkat Sabtu (7/9/2024).
Agus Riyanto menambahkan, saat ini polres Magetan masih melakukan pendalaman dengan memanggil sejumlah saksi saksi dalam kasus dugaan penganiayaan pemukulan dengan selang serta dengan baja ringan serta pembotakan rambut santri perempuan dibawah umur yang dilakukan oleh anak pengasuh panti asuhan.
“Ini masih terus dilakukan pemanggilan-pemanggilan dan itu teknis kerja interen yang dilakukan oleh Reskrim,” imbuhnya.
Sementaera Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Magetan memastikan kondisi santri perempuan korban dugaan penganiayaan di salah satu panti asuhan masih mengalami ketakutan berlebihan atas peristiwa yang dialaminya. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Miftahudin mengatakan, dari hasil pendampingan yang dilakukan korban masih ketakutan jika bertemu dengan orang asing.
“Masih trauma ketakutan berlebihan. Kalau ketemu orang asing dia menangis ketakutan,” ujarnya.
Dari pengakuan korban, selain di pukul dengan menggunakan selang, korban juga mengaku di botaki kepalanya serta dipukul pada bagian paha dengan menggunakan baja ringan.
“Sampai sekarang kepalanya masih botak botak karena oleh pelaku dibotaki. Korban juga mendapat kekerasan dengan dipukul pakai selang serta dipukul dengan menggunakan baja ringan pada bagian paha,” imbuh Miftahudin.
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Dinas KB kabupaten Magetan saat ini memidahkan sejumlah penghuni panti ke sebuah panti asuhan yang lebih aman untuk mengantisipasi trauma pada sebagian penghuni.
“Selain korban ini, ada 5 anak yang jadi saksi yang dimungkinkan jadi korban. Kita akhirnya titipkan di salah satu panti asuhan yang aman karena kita belum punya rumah aman,” ucap Miftahudin. (DmS)
1,114 total views, 3 views today
You may like

Polres Magetan Amankan Pelaku Penganiayaan Terhadap Anak Setelah Video Anak Dibawah Umur Diikat dan Dianiaya Karena Mencuri Velg Beredar di Media Sosial.

Komplotan Perampok yang Aniaya Nenek Berusai 65 di Magetan Diamankan, Kapolres Turut Geram Dengan Cerita Pelaku Memukul Korban.

Meski Trauma Terhadap Tersangka Pelaku Penganiayaan, Lima Anak Panti Asuhan dari Keluarga Miskin dan Yatim Piatu Bertahan Demi Sekolah.

Tersangka Penganiayaan Terhadap Santri Perempuan di Magetan Tidak Ditahan, Ini Alasannya

PDM Kabupaten Magetan Bentuk Pansus, Ambil Alih Pengurusan Panti Asuhan Pasca Pengurus Panti Mengundurkan Diri Terkait Dugaan Kasus Kekerasan Pada Anak.

Dinas Sosial Kabupaten Magetan Akan lakukan Cros Cek ke Panti Asuhan Lokasi Dugaan Penganiayaan Kepada Santri Perempuan.


