Connect with us

Kesehatan & OlahRaga

Hasil Cek Kesehatan Gratis di Magetan Ungkap Tren Kenaikan Penyakit Jantung, Stroke, hingga Gagal Ginjal

Published

on

RASI MEDIA – Pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengungkap kecenderungan meningkatnya temuan penyakit tidak menular. Hasil skrining menunjukkan kasus penyakit yang masuk kelompok Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU), termasuk gagal ginjal, semakin banyak ditemukan pada masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan Rohmat Hidayat mengatakan, hingga 20 Juli 2026 cakupan CKG telah mencapai 30,64 persen dari total penduduk. Pemeriksaan kesehatan gratis itu terus dilakukan melalui 22 puskesmas, sekolah, hingga kegiatan jemput bola di berbagai desa. “Dari hasil CKG yang kami lakukan, terutama penyakit tidak menular yang kami sebut KJSU, yakni kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi seperti gagal ginjal, kasusnya cenderung mengalami peningkatan,” ujarnya ditemui di ruang kerjanya Selasa (28/7/2026)
Rohmat menambahkan, Dinkes Magetan belum merinci jumlah kasus yang ditemukan karena pelaksanaan CKG masih berlangsung sehingga angka temuan diperkirakan terus bertambah seiring meningkatnya jumlah warga yang mengikuti pemeriksaan. Menurut nya hasil skrining tersebut menjadi dasar bagi Dinkes untuk memperkuat upaya promotif dan preventif terhadap penyakit tidak menular yang selama ini menjadi penyebab utama tingginya angka kesakitan. “Skrining kesehatan sedini mungkin menjadi salah satu upaya pencegahan. Harapannya masyarakat tidak sampai terkena penyakit tersebut atau, jika sudah memiliki faktor risiko, bisa segera ditangani,” imbuhnya.
Rohmat mengatakan, deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan rutin memberi peluang lebih besar bagi tenaga kesehatan untuk mengendalikan faktor risiko sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih berat maupun menimbulkan komplikasi. “ Targetnya setiap masyarakat menjalani pemeriksaan kesehatan sedikitnya satu kali dalam setahun. Untuk Kabupaten Magetan, Kementerian Kesehatan menargetkan cakupan pemeriksaan mencapai 46 persen dari total penduduk pada 2026,” Ucapnya.
Untuk mengejar target tersebut, Dinkes Magetan tidak hanya membuka layanan pemeriksaan di fasilitas kesehatan, tetapi juga memperluas jangkauan melalui kegiatan jemput bola ke sekolah, komunitas, serta desa-desa. “Skrining ini bertujuan mencegah masyarakat terkena penyakit-penyakit tersebut. Jika penyakit dapat dideteksi lebih awal, penanganan bisa dilakukan lebih cepat sehingga risiko komplikasi akibat penyakit tidak menular dapat ditekan,” Pumgkas Rohmat.

Baca Juga:  Perempuan di Magetan Didorong Siap Hadapi Bencana dan Tangguh di Bidang UMKM, PLN Peduli Gelar Simulasi.

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM