Connect with us

Kesehatan & OlahRaga

3.099 Anak di Magetan Alami Gangguan Penglihatan, Mayoritas Mata Minus dan Silinder

Published

on

3.099 Anak di Magetan Alami Gangguan Penglihatan, Mayoritas Mata Minus dan Silinder

RASI MEDIA – Program Cek Kesehatan Gratis atau CKG anak sekolah di Kabupaten Magetan menemukan 3.099 anak mengalami gangguan penglihatan. Temuan itu berasal dari sekitar 57.000 anak yang telah menjalani pemeriksaan. Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Magetan, dr. Renny Kurniawaty mengatakan, ribuan anak tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan mata di puskesmas. “Datanya itu didapatkan dari CKG 2025, dimana 57.000 itu sudah ter-CKG, sedangkan yang didapatkan gangguan penglihatan itu 3.099 anak,” ujar Renny.

Baca Juga:  Lantik 390 PNS, Bupati Magetan Ingatkan PNS Digaji Masyarakat.

Dari pemeriksaan lanjutan terhadap 2.461 anak, Dinkes Magetan memetakan sekitar 1.300 kasus gangguan atau penyakit mata. Gangguan refraksi seperti mata minus, rabun jauh dan silinder menjadi kasus paling dominan dengan 971 anak. Menurut Renny, kondisi tersebut kerap tidak disadari karena anak biasanya hanya mendekat ketika kesulitan melihat tulisan di papan sekolah. “Padahal mereka butuh dikoreksi dengan alat bantu kacamata,” katanya.

Baca Juga:  Dinkes Magetan Gelar Zero Survey Dalam Giat Deteksi Dini Menuju Triple Eliminasi.

Selain gangguan refraksi, pemeriksaan juga menemukan tujuh anak dengan glaukoma dan tujuh anak mengalami low vision. Renny menyebut kondisi tersebut membutuhkan penanganan lebih serius karena dapat berisiko menyebabkan gangguan penglihatan permanen hingga kebutaan. Namun, dari 2.461 anak yang telah menjalani pemeriksaan lanjutan, baru sekitar 700 anak yang mendapatkan penanganan. Sebanyak 62 anak dirujuk ke RSUD dr. Sayidiman menggunakan BPJS Kesehatan, sedangkan 610 anak dari keluarga kurang mampu mendapat bantuan kacamata.

Baca Juga:  Raih 2 Medali Emas, Kontingen Porprov Magetan Optimis Bisa Lampaui Target Porprov Sebelumnya.

Dinas Kesehatan Magetan masih melanjutkan CKG anak sekolah dengan target seluruh siswa atau 100 persen sasaran dapat diperiksa. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap oleh petugas puskesmas di sekolah masing-masing. Renny mengatakan, salah satu kendala penanganan adalah faktor ekonomi, mulai biaya menuju rumah sakit hingga pembelian kacamata. “Kendalanya pasti ekonomi itu cukup dominan, untuk berangkat ke rumah sakitnya, kemudian untuk membeli kacamatanya, dan sebagainya,” ujarnya.

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM