Kesehatan & OlahRaga
Kasus TBC Anak di Magetan Capai 89 Hingga Mei, Dinkes Intensifkan Tracing Keluarga
Published
1 bulan agoon
By
rasinews
RASI MEDIA — Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan mencatat sebanyak 89 kasus tuberkulosis (TBC) anak ditemukan hingga Mei 2026. Jumlah tersebut lebih rendah dibanding tahun 2025 yang mencapai 176 kasus. Epidemiolog Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan, Agus Yudi Purnomo mengatakan tingginya angka penemuan kasus justru menunjukkan sistem surveillance dan pelacakan kasus TBC di Magetan berjalan aktif. “Kalau tahun lalu 176, sekarang ini 89. Tinggi atau tidak itu menandakan surveillance kita aktif. Upaya penemuan kita bagus,” kata Agus.
Menurutnya, kasus TBC pada anak terutama balita hampir dipastikan tertular dari lingkungan rumah karena balita tidak memiliki mobilitas tinggi. “Kalau anak-anak ini terutama balita, tidak mungkin mendapatkan paparan kuman bakteri TBC jauh dari rumahnya. Berarti orang-orang di sekitar rumahnya inilah sumber penularan,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah kini meningkatkan investigasi kontak atau tracing terhadap keluarga pasien untuk memutus rantai penularan. “Kontak serumah itu harus dipastikan apakah dia juga sakit TBC sehingga harus menjalani pengobatan, atau dia mengalami infeksi laten TBC,” jelasnya.
Agus menambahkan warga yang mengalami infeksi laten diwajibkan menjalani terapi pencegahan TBC (TPT). Selain memperkuat tracing, Dinkes Magetan juga melengkapi fasilitas pemeriksaan TBC di sejumlah layanan kesehatan. Salah satunya melalui penggunaan Near Point of Care Test (NPOCT) di Puskesmas Panekan. “Kalau dulu orang mengeluh tidak bisa berdahak sehingga pemeriksaan terkendala. Kalau NPOCT ini cukup di-swab di lidahnya, itu bisa ketemu positif atau tidak,” katanya.
Pemeriksaan lanjutan tetap dilakukan menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk memastikan pasien mengalami TBC sensitif obat atau resisten obat. “Nanti tetap harus dicek dahaknya untuk memastikan apakah yang bersangkutan ini TBC-nya sensitif obat atau resisten obat,” ujarnya.
Agus menyebut Magetan juga telah mendapat hibah X-ray portable dari Kementerian Kesehatan guna mendukung active case finding atau pencarian kasus aktif di lapangan. “X-ray portable ini nanti digunakan turun langsung ke puskesmas-puskesmas untuk pencarian kasus aktif,” katanya.
Tak hanya itu, layanan rontgen gratis juga disediakan di rumah sakit setiap Selasa hingga Kamis pukul 13.00 hingga 14.00 WIB bagi warga yang diduga TBC namun hasil pemeriksaan awal masih negatif. Meski demikian, Agus mengakui capaian penemuan kasus TBC di Magetan masih jauh dari target tahunan sebanyak 1.871 kasus. “Kita sampai awal bulan ini baru 19 persen penemuannya. Kita masih perlu meningkatkan,” ujarnya.
Ia berharap angka kejadian TBC di Magetan dapat turun hingga 50 persen pada tahun 2030 mendatang. “Kinerja tata laksana sampai keberhasilan pengobatan cukup bagus. Mereka yang ditemukan dan diobati itu sudah di atas 90 persen,” katanya.
Agus menjelaskan pengobatan TBC berbeda tergantung kondisi pasien. Untuk TBC sensitif obat, pengobatan berlangsung selama enam bulan. Sedangkan pasien TBC resisten obat bisa menjalani terapi lebih lama.“Kalau kondisi pasien tidak baik, pengobatan bisa setahun sampai dua tahun,” ujarnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan TBC karena penyakit tersebut bersifat laten dan bisa muncul bertahun-tahun setelah terpapar. “Bisa saja kita terpapar saat ini, imun masih bagus, baru muncul dua sampai tiga tahun bahkan 10 tahun mendatang ketika imunitas turun,” katanya.
Agus juga mengungkapkan di Magetan telah ditemukan pasien TBC primer yang resisten obat, meski hingga kini belum ditemukan kasus TBC resisten obat pada anak. “Ini yang kita khawatirkan kalau sampai menular ke anak-anak. Tapi sejauh ini belum ada kasus anak-anak yang resisten obat di Magetan,” pungkasnya.
317 total views, 3 views today
You may like
Tak Penuhi Kaidah Pertambangan, ESDM Jatim Hentikan Sementara Tambang Galian C di Sayutan Magetan.
Tak Penuhi Kaidah Pertambangan, ESDM Jatim Hentikan Sementara Tambang Galian C di Sayutan Magetan.

18 Batik Khas Kecamatan Magetan Memukau Forum Sinergi Perempuan Bakorwil I Madiun

Gelar Forum Sinergi Perempuan Bakorwil I Madiun di Magetan Dongkrak Promosi Wisata dan UMKM Magetan
25 Grup Hadroh Meriahkan Lomba Rebana Sambut Tahun Baru Islam di Kawedanan

Cerita Duo Pantomim SMPN 3 Magetan Borong Prestasi FLS3 Melaju ke Tingkat Provinsi.


