RASI MEDIA – Petani tomat di Kabupaten Magetan mengaku meenagalami peningkatan produksi pada panen tahun ini. Sayangnya harga tomat ditingkat petani justru jatuh di tingkat petani. Ahmadi salah satu petani di Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan, mengaku hanya bisa menjual hasil panen dengan harga sekitar Rp 1.500 per kilogram. Harga tersebut telah beralku sebulan terakhir. Padahal harga tomat sebelumnya masih mencapai Rp 8.000 hingga Rp 10.000 per kilogram. “Harga tomat sebulan terkahir jatuh ditingkat petani hanya sekitar Rp 1.500 per kilogram,” ujarnya.
Dengan harga seperti itu menurut Ahmadi petani masih menanggung kerugian. Menurutnya dengan harga tersebut belum mampu menutup biaya operasional. Hasil penjualan tomat menurutnya hanya mampu untuk bertahan. Petani baru bisa merasakan keuntungan jika harga tomat mencapai sedikitnya Rp 2.500 per kilogram. “Kalau dikatakan untung ya belum. Masih untuk memutar modal. Harga standar kalau sudah Rp 2.500 per kilogram, petani sudah bisa untung. Kalau mengharapkan harga yang tinggi-tinggi memang susah,” imbuhnya
Petani tomat di Kecamatan Plaosan mengaku hasil panen tahun ini sebenarnya cukup bagus. Dari sekitar 2.500 batang tanaman tomat, petani bisa menghasilkan rata-rata 3,5 kuintal dalam sekali panen. Pada panen tertentu, produksi bahkan bisa mencapai sekitar 6 kuintal. Namun, melimpahnya produksi justru menekan harga jual. Jatunya harg atomat di Kabupaten Magetan menurut Yudi salah satu petani di Kecamatan Palosan karena pasokan tomat dari sejumlah daerah juga masuk ke pasar di Kabupaten Magetan sehingga membuat persediaan melimpah. “ Dibeberapa daerah lain juga sedang panen. Sebagian pedagang juga memasok kesini jadi barnag melimpah,” katanya.
Petani tomat di Magetan juga berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap tata niaga dan distribusi tomat sehingga harga di tingkat petani tidak jatuh terlalu rendah. Mereka khawatir harga yang terus rendah akan menurunkan minat petani untuk kembali menanam tomat pada musim berikutnya. “Kalau harga terus seperti ini, petani bisa malas menanam lagi. Kami berharap ada perhatian supaya harga tomat lebih baik,” katanya.