Connect with us

Ekonomi

Panen Tomat di Magetan Melimpah, Harga Justru Anjlok Rp 1.500 Per Kilogram

Published

on

Panen Tomat di Magetan Melimpah, Harga Justru Anjlok Rp 1.500 Per Kilogram

RASI MEDIA –  Petani tomat di Kabupaten Magetan mengaku meenagalami peningkatan produksi pada panen tahun ini. Sayangnya harga tomat ditingkat petani justru jatuh di tingkat petani. Ahmadi salah satu petani di Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan, mengaku hanya bisa menjual hasil panen dengan harga sekitar Rp 1.500 per kilogram. Harga tersebut telah beralku sebulan terakhir. Padahal harga tomat sebelumnya masih mencapai Rp 8.000 hingga Rp 10.000 per kilogram. “Harga tomat sebulan terkahir jatuh ditingkat  petani hanya sekitar Rp 1.500 per kilogram,” ujarnya.

Baca Juga:  Perhelatan HUT RI ke 77 Usai, Harga Telur di Pasar Sayur Magetan Mulai Turun.

Dengan harga seperti itu menurut Ahmadi petani masih menanggung kerugian. Menurutnya dengan harga tersebut belum mampu menutup biaya operasional. Hasil penjualan tomat menurutnya hanya mampu untuk bertahan. Petani baru bisa merasakan keuntungan jika harga tomat mencapai sedikitnya Rp 2.500 per kilogram. “Kalau dikatakan untung ya belum. Masih untuk memutar modal. Harga standar kalau sudah Rp 2.500 per kilogram, petani sudah bisa untung. Kalau mengharapkan harga yang tinggi-tinggi memang susah,” imbuhnya

Petani tomat di Kecamatan Plaosan mengaku hasil panen tahun ini sebenarnya cukup bagus. Dari sekitar 2.500 batang tanaman tomat, petani bisa menghasilkan rata-rata 3,5 kuintal dalam sekali panen. Pada panen tertentu, produksi bahkan bisa mencapai sekitar 6 kuintal. Namun, melimpahnya produksi justru menekan harga jual. Jatunya harg atomat di Kabupaten Magetan menurut Yudi salah satu petani di Kecamatan Palosan karena pasokan tomat dari sejumlah daerah juga masuk ke pasar di Kabupaten Magetan sehingga membuat persediaan melimpah. “ Dibeberapa daerah lain juga sedang panen. Sebagian pedagang juga memasok kesini jadi barnag melimpah,” katanya.

Baca Juga:  Batik Ciprat Disabilitas Yang di Bajak, Batik Bukan Sekedar Bisnis Bagi Penyandang Disabilitas

Petani tomat di Magetan juga berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap tata niaga dan distribusi tomat sehingga harga di tingkat petani tidak jatuh terlalu rendah. Mereka khawatir harga yang terus rendah akan menurunkan minat petani untuk kembali menanam tomat pada musim berikutnya. “Kalau harga terus seperti ini, petani bisa malas menanam lagi. Kami berharap ada perhatian supaya harga tomat lebih baik,” katanya.

Baca Juga:  Setiap Hari Harga Daging Ayam di Pasar Sayur Magetan Naik, Sepekan Jelang Lebaranb Tembus Rp 39.000

 

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM