Rasi Media– Gerakan ASN Naik Angkutan (GASKAN) merupakan salah satu inovasi kolaborasi berbasis pelayanan publik yang bertujuan meningkatkan penggunaan angkutan umum sekaligus mendukung terciptanya transportasi yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan di wilayah Madiun Raya.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara UPT P3 LLAJ Madiun, BPTD Kelas II Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Madiun, dan DAMRI Cabang Ponorogo. Melalui program ini, ASN Pemerintah Kabupaten Madiun dapat memanfaatkan angkutan umum untuk perjalanan berangkat dan pulang kerja dari Kota Madiun menuju Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun di Caruban.
Layanan GASKAN beroperasi setiap hari kerja, Senin hingga Jumat, menyesuaikan dengan hari kerja ASN Pemerintah Kabupaten Madiun. Titik keberangkatan berada di Pendopo Muda Graha, tepatnya di depan Kantor BPOM, sebelah barat Mal Pelayanan Publik (MPP) Madiun. Kemudian angkutan melakukan perjalanan menuju Puspem Kabupaten Madiun di Caruban, dekat Alun-Alun Caruban.
Berdasarkan hasil wawancara dengan salah seorang ASN sebagai pengguna DAMRI, efisiensi dan penghematan biaya menjadi alasan memilih angkutan umum untuk berangkat kerja. Ia menyampaikan bahwa penggunaan angkutan umum dinilai lebih efisien dan hemat biaya. ASN tersebut juga menyatakan menggunakan DAMRI setiap hari untuk menunjang perjalanan menuju tempat kerja.
Dari sisi operasional, pengemudi DAMRI menjelaskan bahwa sebelum keberangkatan, kebersihan armada menjadi salah satu hal yang diperhatikan. Sementara itu, terkait jumlah penumpang, ia menyampaikan bahwa penumpang dari kalangan ASN umumnya memenuhi kapasitas armada setiap hari, sedangkan jumlah penumpang dari kalangan masyarakat umum masih relatif sedikit.
Untuk saat ini, program GASKAN hanya diperuntukkan bagi ASN Pemerintah Kabupaten Madiun yang melakukan perjalanan pergi dan pulang kerja dari Kota Madiun menuju Puspem Kabupaten Madiun di Caruban.
Ke depan, terdapat wacana pengembangan layanan Trans Jatim melalui koridor Madiun. Namun, rencana tersebut masih belum memiliki jadwal pelaksanaan yang pasti. Kemungkinan akan direalisasikan pada tahun 2027 atau 2028, bergantung pada kebijakan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Melalui GASKAN, penggunaan angkutan umum diharapkan semakin menjadi pilihan bagi ASN dalam menjalankan aktivitas kerja. Kolaborasi lintas instansi ini menjadi salah satu langkah untuk mendorong mobilitas yang lebih efisien serta mendukung pengembangan transportasi publik yang berkelanjutan di wilayah Madiun Raya.[reporter : alviona ]