Connect with us

Budaya & Pariwisata

Dua Destinasi Wisata Magetan Terancam Ditutup, Kerja Sama dengan Perhutani Belum Diperpanjang

Published

on

Dua Destinasi Wisata Magetan Terancam Ditutup, Kerja Sama dengan Perhutani Belum Diperpanjang

RASI MEDIA — Dua destinasi wisata alam di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yakni Geni Langit dan Mojosemi, terancam ditutup karena hingga kini belum memperpanjang kerja sama pengelolaan dengan Perum Perhutani. Masa kerja sama kedua destinasi wisata tersebut telah berakhir sejak Januari 2026. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan, Suwito, mengatakan pengelola belum memenuhi sejumlah kewajiban dalam perjanjian kerja sama dengan Perhutani. “Karena mungkin ada keterlambatan membayar atau ada kewajiban yang seharusnya dibayar di awal. Itu tidak terlaksanakan sehingga Perhutani merasa keberatan,” kata Suwito ditemui di Bumi Perkemahan Lanud Iswahjudi, Rabu (16/9/2026).

Baca Juga:  Warga NU di Desa Turi Gelar Lebaran Kupatan di Hari Lebaran + 8

Suwito menjelaskan, pemerintah daerah tidak bisa mencampuri langsung hubungan bisnis antara pengelola wisata dengan Perhutani. Sebab, perjanjian pengelolaan berlangsung antara pengelola dengan pemilik lahan. Meski demikian, Pemkab Magetan tetap melakukan monitoring dan berupaya mencari solusi agar kedua destinasi wisata tersebut tetap bisa dikembangkan. “Kami sudah melakukan monitoring, dari pariwisata kemudian dari Perhutani. Ada dua Perhutani, kemudian dari kementerian, Dinas Kehutanan. Kami berharap ada solusi yang saling menguntungkan,” ujarnya.

Suwito mengatakan keberlanjutan Geni Langit dan Mojosemi penting bagi ekosistem pariwisata Magetan. Aktivitas kedua destinasi tersebut ikut menggerakkan kunjungan wisatawan dan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Salah satu dampaknya, menurut Suwito, mulai terasa pada kunjungan wisatawan ke kawasan Kampung Susu Lawu Singolangu. Sebab, wisatawan biasanya memasukkan sejumlah destinasi dalam satu paket perjalanan. “Yang sangat terasa itu di Kampung Susu Lawu Singolangu. Karena ada trip, salah satunya trip itu,” katanya.

Baca Juga:  Membaca Magetan Lewat Sengkalan.

Suwito berharap Perhutani memberikan kesempatan kepada pengelola untuk menyelesaikan persoalan kerja sama. Menurutnya, jika pengelola kembali mendapat kesempatan mengembangkan destinasi, peningkatan kunjungan wisata dapat membantu mereka memenuhi kewajiban sesuai perjanjian. “Kalau diberi kesempatan, mudah-mudahan ke depan lebih baik sehingga bisa melaksanakan kewajiban-kewajiban yang ditentukan,” ucapnya.

Baca Juga:  Cerita Pelestari Bahasa Jawa Melalui Kegiatan Belajar Pranotocoro di Magetan

Ia mengakui persoalan tersebut berpotensi memengaruhi pendapatan masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonominya dari sektor pariwisata. Namun, Pemkab Magetan belum menghitung secara rinci potensi penurunan pendapatan akibat belum diperpanjangnya kerja sama kedua destinasi tersebut. Suwito berharap pengelola dan Perhutani segera menemukan titik temu agar pengembangan pariwisata di Magetan tetap berjalan. “Ini menjadi tantangan kami agar ada solusi yang saling menguntungkan kedua-duanya,” tutur Suwito.

Loading

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM