Connect with us

News

 Angin Kencang Bikin Kebakaran di Gunung Lawu Kembali Meluas Meski Sempat Padam.

Published

on

Kebakaran Hutan Petak 50A1 Lawu Selatan, Petugas Siapkan Ilaran Cegah Api Merembet

RASI MEDIA – Kebakaran hutan di kawasan Gunung Lawu, Jawa Timur, kembali meluas setelah api yang sempat dipadamkan kembali menyala akibat hembusan angin kencang. Wakil Administratur KPH Lawu Ds Hermawan mengatakan, api yang sebelumnya berhasil dipadamkan di Petak 42 kembali muncul setelah angin kencang meniup kawasan tersebut. Kondisi itu membuat petugas gabungan harus kembali melakukan pengendalian untuk mencegah api merambat ke kawasan lain. “Petak 42 sore tadi sudah off, tetapi kena angin lagi. Informasinya menyala lagi,” ujarnya melalui sambungan telepon Senin (14/9/2026).

Menurut Hermawan, api tidak membakar kawasan dalam satu hamparan secara bersamaan. Api menjalar dan merambat mengikuti kondisi vegetasi serta arah angin. “Api ini kan tidak serempak satu hamparan tapi menjalar, merambat,” ujarnya.

Baca Juga:  54.000 Alumni Program Double Track Mandiri dan Diterima di Dunia Kerja.

Luas Kebakaran Mencapai 5 Hektare

Hermawan mengatakan, dengan hembusan angin kencang luasan kawasan terbakar berdasarkan perhitungan diperkirakan akan  mencapai sekitar 5 hektare. Sebelumnya, luas kebakaran diperkirakan sekitar 2 hektare. “Perkiraan awal sekitar dua hektare. Plus-minus sampai malam ini sekitar lima hektare, dari perhitungan sementara yang kita peroleh,” katanya.

Kebakaran tercatat berada di dua anak petak, yakni Petak 50A dan Petak 42. Api saat ini masih menjadi perhatian petugas karena kondisi angin berpotensi kembali memperluas kawasan terdampak.  Hermawan mengatakan, petugas terus memantau arah pergerakan api, terutama di kawasan atas Gunung Lawu.

Baca Juga:  Soal Pengembangan Budaya Agar Go Internasional, Paslon Jadi Juara Lakukan Pengembangan Gamelan Melalui Bantuan Modal Pengembangan Wira Usaha Kepada Generasi Muda .

Petugas gabungan juga tetap berjaga di kawasan atas. Sebanyak 10 personel dari wilayah Ngawi disiagakan di kawasan atas. Jumlah personel yang sama ditempatkan di sekitar Petak 50A1 untuk mengantisipasi apabila api kembali bergerak ke arah atas. “Kita stay di atas. Kalau sampai api naik, kita putus di atas,” kata Hermawan.

Petugas Buat Ilaran Putus Rambatan Api

Untuk menghentikan pergerakan api, petugas membuat ilaran di sejumlah titik. Sekat tersebut digunakan untuk memutus jalur rambatan api agar tidak bergerak ke kawasan lain. Sementara kebakaran yang merambat ke bawah dipastikan berhasil teratasi dengan adanya sekat api dengan menanami kawasan tersebut dengan tanaman kopi. “Kita stop di ilaran di atas. Untuk yang bawah ilaran alami tanaman kopi sudah tertahan. Jadi tidak sampai merambat ke bawah,” ujar Hermawan.

Baca Juga:  Bank Jatim Magetan Gelar Bazar UMKM Murah Ramadhan, Sediakan 1.500 Paket Sembako dan Wajibkan Transaksi QRIS

Menurut dia, petugas akan kembali melakukan penanganan apabila angin membuat api melompat atau muncul di titik baru. “Kalau angin malam sampai melompat lagi, besok kita eksekusi lagi dengan membuat ilaran baru. Setiap langkahnya seperti itu,” jelas Hermawan.

 

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM