Connect with us

News

Kebakaran Hutan Petak 50A1 Lawu Selatan, Petugas Siapkan Ilaran Cegah Api Merembet

Published

on

Kebakaran Hutan Petak 50A1 Lawu Selatan, Petugas Siapkan Ilaran Cegah Api Merembet

RASI MEDIA – Kebakaran hutan terjadi di Petak 50A1 RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan, wilayah Perum Perhutani KPH Lawu Ds, Jawa Timur. Petugas gabungan masih melakukan pemadaman untuk mengendalikan api yang membakar kawasan bekas lokasi penanaman Binus tahun 1997.

Wakil Administratur KPH Lawu Ds Hermawan mengatakan, pemadaman melibatkan BPBD, Polsek Panekan, Koramil Panekan, Masyarakat Peduli Api atau MPA, serta jajaran Polisi Hutan Perhutani. “Ini sementara proses pemadaman. Yang terbakar lokasi Binus tahun 1997,” ujar Hermawan melalui sambungan telepon, Senin (14/9/2026).

Baca Juga:  49 Kasus Kebakaran di Magetan Didominasi Kebakaran Lahan Tebu, Dankar Magetan Himbau Petani Tak Bakar Lahan Tebu di Muism Kemarau.

Hermawan mengatakan luas lahan yang terbakar belum dapat dipastikan karena proses pemadaman masih berlangsung. Namun, sementara diperkirakan sekitar dua hektare. Petugas juga mengantisipasi api merembet ke wilayah Ngawi dengan menyiagakan masyarakat di wilayah Campurejo. “Termasuk antisipasi merempet ke Ngawi. Masyarakat juga sudah stand by di seberang sungai yang masuk wilayah Campurejo,” katanya.

Baca Juga:  Kabut Tebal Sering Selimuti Gunung Lawu, Jalur Pendakian Cemoro Sewu Ditutup Sementara.

Medan pegunungan menjadi kendala dalam proses pemadaman. Petugas membuat ilaran, menggunakan alat pemukul api atau gepyok, serta melakukan penyemprotan untuk menghentikan pergerakan api. Kondisi angin yang sebelumnya cukup kencang kini mulai berkurang sehingga diharapkan membantu proses pemadaman.

Sementara itu, warga Desa Sukowidi, Kecamatan Panekan, yang berada di sekitar kawasan lereng Lawu juga meningkatkan kesiapsiagaan. Warga bersiaga sambil menunggu instruksi petugas dan menyiapkan peralatan sederhana seperti parang serta perlengkapan untuk membuat ilaran. Toyo, warga Sukowidi, mengatakan masyarakat bersama Kampung Siaga Bencana dan relawan siap bergerak jika diperlukan. “Kalau misalnya tidak bisa mati, membutuhkan bantuan dari KSB dan relawan yang dibentuk, Masyarakat Peduli Api akan meluncur ke lokasi,” kata Toyo.

Baca Juga:  Magetan Alami Cuaca Ekstrem, BPBD Kabupaten Magetan Himbau Warga Pengguna Jalan Berhati hati Dengan Angin Kencang.

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM