Connect with us

News

Polisi Selidiki Kasus Siswi Kelas X di Magetan Diduga Lahirkan Bayi Prematur dan Tinggalkan di Bawah Pohon Randu

Published

on

Polisi Selidiki Kasus Siswi Kelas X di Magetan Diduga Lahirkan Bayi Prematur dan Tinggalkan di Bawah Pohon Randu

RASI MEDIA  –Bayi laki-laki lahir prematur ditinggalkan oleh ibunya  di bawah pohon randu di sebuah kebun belakang rumah warga Desa Sumbersawit, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Bayi yang diperkirakan baru berusia sekitar enam bulan dalam kandungan itu diduga ditinggalkan oleh ibu kandungnya siswa yang masih duduk di kelas X salah satu sekolah SMK. Kasi Humas Polres Magetan Iptu Indra Suprihatin mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah ibu bayi datang ke Puskesmas Candirejo  dalam kondisi mengalami pendarahan setelah melahirkan. Petugas puskesmas kemudian menanyakan keberadaan bayi yang baru dilahirkannya. “ Ternyata bayi yang dilahirkan tadi ditinggal di kebun. Dari petugas Puskesmas menyampaikan ke orang tua atau bapak dari ibu bayi atau perempuan tadi. Bayinya di kebun, tolong dilihat. Seperti itu. Akhirnya ditemukan di kebun,” ujarnya ditemui di ruangkerjanya  Jumat (4/9/2026).

Baca Juga:  Pemkab Magetan Alokasikan Anggaran Sekitar Rp 8 Milyar Untuk Rehab 350 Rumah Tidak Layak Huni

Indra menambahkan, siswi tersebut melahirkan seorang diri sebelum meninggalkan bayinya di kawasan kebun tersebut. Bapak dari siswa yang melahirkan bayi premature akhirnya menemukan bayi sekitar pukul 05:30 WIB dalan keadaan hidup. “ Sekitar 30 menit dari pukul 05:00 WIB bapak ibu bayi menemukan,” imbuhnya.

Bayi dan ibunya saat ini menjalani perawatan di rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan awal bayi lahir prematur dengan usia kandungan diperkirakan sekitar enam bulan. Diduga ibu bayi melahirkan seorang diri. Polisi belum menemukan indikasi adanya upaya aborsi.  “Sementara hasil penyelidikan kami tidak ada yang membantu. Ibu bayi nelahirkan sendiri.,” kata Indra.

Baca Juga:  KartarFest 2025 Resmi Dibuka, Karang Taruna Kabupaten Magetan Semarakkan HUT RI ke-80 dengan Semangat Kreativitas dan Kemandirian.

Polisi belum bisa  memastikan kronologis siswi kelas X tersebut melakukan persalinan seorang diri hingag bayinya ditemukan dibawah pohon randu. Polis belum bisa meminta keeterangan kepada ibu bayi karena kondisinya masih dlam perawatan. “ kita belum mendalami keterangan dari ibunya, Jadi kita masih pendalaman nanti setelah ibunya bisa dimintai keterangan,” ujarnya.

Polisi menduga rasa malu menjadi salah satu faktor yang melatar belakangi bayi tersebut ditinggalkan. Kehamilan itu diduga berasal dari hubungan ibu bayi dengan seorang laki-laki dan belum diketahui oleh keluarga. “ Yang jelas mereka berdua malu. Ibunya tadi itu merasa malu dari hasil hubungan mereka,” katanya.  Jadi dari dilahirkan terus ditaruh di kebun,” pingkas Indra.

Baca Juga:  Gelar Musda ke-8, LDII Magetan Targetkan Ketua DPD yang Mampu Hadirkan Ketenangan

Polisi saat ini masih mendalami hubungan ibu bayi dengan pria berinisial N yang diduga menjadi ayah bayi untuk dimintai keterangan. “Yang pelajar itu ibu bayinya, kalua a atau bapaknya bukan. Ini  masih didalami untuk hubungannya berdua itu seperti apa,” Pungkas  Indra.

Loading

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM