Connect with us

News

Tingkatkan Pelayanan Dalam Pengendalian Hama Tanaman, Dinas Pertanian Kabupaten Magetan Jajaki Penggunaan Tekhnologi Drone.

Published

on

233 Aset lahan Milik Pemerintah Kabupaten Magetan Selesai Disertifikasi.

Rasi Fm – Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Magetan menjajaki penggunaan drone untuk mengatasi hama penyakit tanaman milik petani. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Magetan Uswatun Chasanah melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan Romadhon mengatakan, untuk memastikan efektifitas penggunaan drone dalam pengendalian hama tanaman Dinas Pertanian melakukan ujicoba penyemprotan fungisida dan desinfektan dengan menggunakan drone yang dirakit oleh Maxxi tani di lahan seluas 5 hektar di Desa Gebyog.
Penajajagan penggunaan drone untuk mengatasi pengendalian hama juga untuk meningkatkan pelayanan pengendalian hama kepada petani di Kabupaten Magetan, dimana selama ini untuk menanggapi pengaduan masyarakat terkait serangan hama tanaman masih dilakukan secara manual.
“Ini arahnya ke PUPT, selama ini Magetan PUPT masih belum maksimal karena melakukan secara manual apalagi dengan jumlah luasan lahan yang semakin banyak. Langkah menggunakan drone untuk penanganan pengendalian hama sangat tepat,” ujarnya.

Baca Juga:  Durian Sunan Juara Festival Durian NakNan Panekan 2025

Sementara Pengawas Pengendali Organisme Pengganggu Dinas TPHPKP Kabupaten Magetan Suradi mengatakan, penanganan terhadap serangan hama tanaman se-kabupaten Magetan dimana luas lahan pertanian mencapai 55.000 hektar, diharuskan tidak sampai 2 persen dari luasan lahan pertanian. Jika berada diataS 2 persen akan mempengaruhi program ketahanan pangan di Kabupaten Magetan.
Menurut Suradi kecepatan penanganan terhadap serangan hama sangat dibutuhkan untuk menekan angka luasan lahan yang terserang hama berada dibawah 2 persen. Dengan keberadaan drone pertanian menurutnya sangat membantu program spot stop dalam pengendalian hama tanaman di Kabupaten Magetan. Serangan hama tanaman paling tinggi biasanya terjadi pada musim yang mendukung kelembaban tinggi, sehingga dibutuhKan penanganan yang cepat dan akurat.
“Untuk penanganan sangat penting karena serangan UPT ini terpengaruh iklim, cuaca setempat, jadi kadang kadang setiap tahun itu berbeda beda serangannya, ada yang sampai 10 persen kalau tidak dikendalikan pada musim kelembaban tinggi. Kalau kelembaban tinggi target kita kewalahan untuk mengendalikan upt ini karena target kita dibawah 2 persen. Kita punya motto spot stop, begitu ada spot langsung stop agar tidak meluas,” katanya.
Drone pertanian yang dirakit oleh Maxxi tani mampu membawa obat obatan pertanian seberat 20 kilogram dengan capaian sebaran semprotan 0.5 hektar dalam waktu sekitar 8 menit penerbangan. Drone pertanian yang dilengkapi dengan tekhnologi pengaturan melalui google map tersebut dijual seharga 220 juta rupiah dilengkapi dengan diesel yang bisa digunakan untuk melakukan charging saat drone digunakan untuk mengatasi serangan hama di wilayah yang jauh dari jangkauan jaringan listrik. (DmS)

Baca Juga:  543 Jemaah Haji Magetan Mulai Pulang Besok, Satu Jemaah Meninggal Usai Kegiatan Armuzna.

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM