Connect with us

Lifestyle

Siswa Smk Pgri Magetan Salurkan Energi Lewat Ekstrakurikuler Muay Thai


Published

on

Siswa Smk Pgri Magetan Salurkan Energi Lewat Ekstrakurikuler Muay Thai

MAGETAN – Ekstrakurikuler Muay Thai di SMK PGRI Magetan menjadi wadah bagi para pelajar untuk menyalurkan energi ke kegiatan positif sekaligus meraih prestasi. Salah satunya Mahmuda Satria Sakti, yang mengaku pernah sering berkelahi karena menjadi korban perundungan atau bullying.
Sakti mengatakan, dirinya mulai mengenal Muay Thai sekitar tahun 2022 melalui seorang teman. Sejak rutin berlatih, dia belajar mengendalikan emosi, meningkatkan kedisiplinan, dan mengarahkan kemampuannya untuk meraih prestasi.
“Dulu saya sering berkelahi karena dibully. Setelah ikut Muay Thai, saya bisa menyalurkan energi ke latihan dan kegiatan yang lebih positif,” kata Sakti.
Pada 2023, Sakti berhasil meraih juara pertama dalam kejuaraan tingkat provinsi. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan. Ke depan, dia juga bercita-cita menjadi pelatih Muay Thai.
Kepala SMK PGRI Magetan, Agus Triyono, mengatakan, sekolah membuka fasilitas latihan Muay Thai tidak hanya untuk siswanya, tetapi juga pelajar dari sekolah lain dan masyarakat umum. Saat ini, jumlah peserta latihan mencapai sekitar 70 orang.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan energi ke kegiatan positif. Mereka bisa berlatih bersama, membangun kedisiplinan, dan mengembangkan potensi diri,” ujar Agus.
Menurut Agus, latihan Muay Thai juga bisa menjadi sarana untuk membangun hubungan pertemanan. Bahkan, peserta yang sebelumnya memiliki masalah atau pernah berkonflik dapat berlatih bersama dan saling menghargai.
Sementara itu, pelatih Muay Thai, Kuncoro, mengatakan, latihan rutin difokuskan pada pembentukan fisik, mental, dan kedisiplinan atlet. Para peserta juga dipersiapkan mengikuti berbagai kejuaraan, termasuk kompetisi olahraga pelajar sesuai kelompok usia, berat badan, dan kemampuan.
“Tujuan kami bukan mengajari anak-anak supaya berkelahi di jalanan, tetapi bagaimana mereka bisa berprestasi. Kalau punya kemampuan bela diri, mereka juga harus bisa mengendalikan diri,” kata Kuncoro.
Kuncoro menambahkan, peserta yang ingin bergabung dapat mengikuti latihan dasar tanpa dipungut biaya. Namun, atlet yang masuk dalam pembinaan prestasi perlu memiliki komitmen untuk menjalani latihan secara disiplin.
Bagi Sakti, Muay Thai kini bukan sekadar olahraga bela diri. Dia ingin terus meningkatkan kemampuan dan suatu saat menjadi pelatih agar bisa membagikan ilmu sekaligus membantu anak-anak muda menyalurkan energi ke kegiatan yang lebih positif.

Baca Juga:  Kondisi Sakit, Dua Nenek di Magetan Ini Tinggal di Satu Kamar Yang Sempit

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM