Connect with us

News

Main Petak Umpet, Bocil di Ponorogo Tewas Tertimpa Tembok Lapuk

Published

on

Main Petak Umpet, Bocil di Ponorogo Tewas Tertimpa Tembok Lapuk

RASI MEDIA – ER (9), bocah kelas 3 SD di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, tewas setelah tertimpa tembok pagar kamar mandi lama yang roboh saat dia bermain petak umpet bersama tiga temannya, Minggu (6/9/2026). Warga menemukan ER tertimpa reruntuhan tembok di Desa Ketonggo, Kecamatan Bungkal. Saat dievakuasi, korban mengalami luka pada bagian kepala dan tidak sadarkan diri. Warga kemudian membawa ER ke Puskesmas Bungkal untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa korban tidak tertolong. ER dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 11.30 WIB. “Kabar meninggal dunia ER pukul 11.30 WIB tadi. Masih kecil, masih kelas 3 SD,” kata warga setempat, Sari, Minggu sore.

Baca Juga:  Seribu Pelari Ramaikan Lawu Fun Run 5 K, Jalur Keliling Sarangan yang Menantang.

Sari mengatakan ER bermain petak umpet bersama tiga temannya. Saat permainan berlangsung, ER bersembunyi di samping tembok kamar mandi lama yang sudah tidak digunakan. “Dari info yang aku dengar, anak itu main petak umpet. Korban ngumpet di samping tembok kamar mandi yang lapuk,” ujarnya.

Warga lainnya, Nuryanto, mengatakan tembok tersebut tiba-tiba roboh dan menimpa tubuh ER. Cucunya yang melihat kejadian itu kemudian memanggil Nuryanto. “Kerobohan tembok pagar kamar mandi. Kemudian cucu saya yang melihat memanggil saya,” kata Nuryanto.

Nuryanto mengatakan warga menemukan ER dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan luka di bagian belakang kepala. Warga langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Bungkal. “Memang kamar mandinya tidak pernah dipakai. Kondisinya pun sudah lapuk. Karena lapuk itu, wong tidak ada angin,” ujarnya.

Baca Juga:  Embung Terung Bocor Karena Pengisian Air Tak Sesuai SOP, Dinas PUPR Gelontorkan Anggaran Rp 400 Juta Lakukan Perbaikan.

Polisi Pastikan Bukan Penganiayaan

Polsek Bungkal bersama Satreskrim Polres Ponorogo langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi setelah menerima laporan kejadian tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Bungkal Aipda Hermansyah mengatakan hasil pemeriksaan memastikan ER bukan korban penganiayaan.
“Hasilnya tidak ada penganiayaan. Murni keruntuhan tembok,” kata Hermansyah saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/9/2026).

Hermansyah menjelaskan, kejadian bermula ketika empat bocah bermain petak umpet. ER kemudian memilih bersembunyi di sekitar kamar mandi lama yang kondisi temboknya sudah rusak dan lapuk.
“Tembok tersebut tiba-tiba roboh dan menimpa tubuh ER. Padahal tidak ada angin maupun hujan. Ya karena lapuk saja,” ujarnya.

Baca Juga:  Harga Tembakau Petani Lokal di Magetan Hanya Rp 3.500 Petani Mengaku Merugi.

Setelah kejadian, warga langsung membawa ER ke Puskesmas Bungkal. Namun, petugas medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.Berdasarkan keterangan dokter Puskesmas Bungkal, ER mengalami sejumlah luka pada tubuh, termasuk tangan, kaki, kepala, dan pelipis. Hermansyah mengatakan keluarga ER menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menuntut pihak mana pun. “Dengan adanya kejadian tersebut, dari pihak keluarga tidak menuntut dari pihak mana pun dan sudah menerima dengan adanya kejadian tersebut dianggap sebagai musibah,” pungkasnya.

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM