Pendidikan
Gelar Haflah Takharruj, Pesantren Al Jahra Lepas 215 Santri Hafal Al Quran.
Published
9 bulan agoon
By
rasinews
RASI FM – Pesantren Baitul Qur’an Al-Jahra Magetan menggelar kegiatan Haflah Takharruj atau wisuda bagi santri Kelas 9 dan 12 yang berasal dari jenjang SMP IT dan MA IT yang dilaksanakan di halaman pesantren. Ketua Harian 1 Yayasan Ponpes Baitul Qur’an Al-Jahra, Isgianto mengatakan, mayoritas santri yang dinyatakan lulus memiliki hafalan minimal 15 juz bahkan sebagian telah hafidz Al Quran atau hafal 30 juz. Pesantren Baitul Qur’an Al-Jahra Magetan memang memiliki program unggulan tahfidzul Qur’an. “Untuk tahun ajaran 2024/2025 ini seluruh santri yang mengikuti wisuda dari SMP IT ada 162 santri, dan MA IT berjumlah 53 santri. Mereka terdiri dari 80 putra dan 82 putri di jenjang SMP, serta 24 putra dan 29 putri dari MA. Latar belakang kami adalah pesantren tahfidz, maka hafalan menjadi fokus utama. Santri yang diwisuda ini rata-rata sudah menyelesaikan hafalan minimal 5 juz. Bahkan banyak yang telah menyelesaikan 25 hingga 30 juz,” ujarnya.
Isgianto menambahkan, tidak hanya sukses dalam hafalan Al-Qur’an, para santri lulusan Pesantren Baitul Qur’an Al-Jahra Magetan juga mencatatkan prestasi dalam bidang akademik dan prestasi dibidang non akademik. Dibidang akedemik tercatat sekitar 50 persen dari lulusan MA IT tahun ini diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SBMPTN. Sementara sejumlah santri lainnya mampu menyumbangkan prestasi dari bidang olah raga melalui kegiatan ekstrakurikuler. “Dari total 52 santri, separuhnya diterima di kampus negeri melalui jalur seleksi nasional. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri,” imbuhnya..
Sementara Ustadz Hasan Iqbal menjelaskan, santri lulusan Pesantren Baitul Qur’an Al-Jahra Magetan juga dibekali pelatihan untuk menjadi guru Al-Qur’an. Sebagai tahfidz langkah tersebut dilakukan selain untuk menjaga hafalan juga bagian dari penguatan nilai dan kontribusi kepada masyarakat. “Santri yang hafal 30 juz kami siapkan untuk menjadi guru Al-Qur’an, paling tidak mereka bisa mengajar di TPA. Ini bagian dari komitmen kami untuk terus melahirkan pengajar Qur’ani,” tegasnya.
Pesantren Baitul Qur’an Al-Jahra Magetan yang menerapkan kombinasi pendidikan formal, tahfidzul Qur’an, serta penguatan karakter Islami, menjadi daya tarik para wali santri untuk menitipkan anak mereka menepuh pendidikan di pesantren tersebut. Supriyanto salah satu wali santri asal Palembang, mengaku menyekolahkan putrinya, Jesica, mondok di Pesantren Al-Jahra selain untuk menempuh pendidikan formal juga untuk mendapatkan pendidikan tahfidz Al Quran yang menurutnya akan sangat berguna untuk masa depan anaknya. “Kami ingin anak-anak punya pondasi agama yang kuat. Di sini saya lihat hasilnya nyata. Jesica menjadi lebih mandiri dan hafal Al-Qur’an. Insya Allah adiknya nanti juga akan kami daftarkan ke sini,” ujarnya. (DmS)
VISUAL NEWS klik
612 total views, 3 views today
You may like

Maha Karya Panggung Kreasi Akbar 605, Santri Al Jahra Tunjukkan Seni dan Cinta NKRI di HUT RI ke-80

Penguatan Peran Pesantren Sebagai Pusat Pendidikan, Sosial, dan Spiritual, Pesantren Al Jahra Bangun Kampus 2.

Tiga Bulan Dikarantina, Baitul Qur’an Al-Jahra Magetan Wisuda 31 Tahfidz Al-Qur’an Program Takhossus 9.0.

Milad Satu Dekade Pondok Pesantren Baitul Quran Al Jahra Magetan, Berkontribusi Untuk Indonesia.


