Connect with us

Pendidikan

Maha Karya Panggung Kreasi Akbar 605, Santri Al Jahra Tunjukkan Seni dan Cinta NKRI di HUT RI ke-80


Published

on

Maha Karya Panggung Kreasi Akbar 605, Santri Al Jahra Tunjukkan Seni dan Cinta NKRI di HUT RI ke-80

RASI MAGETAN – Wujud kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ditunjukkan Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Quran Al Jahra Magetan dengan menggelar Maha Karya Seni Santri Panggung Kreasi Akbar 605, Sabtu (30/8/2025). Acara ini menjadi puncak peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di lingkungan pesantren tersebut.

Mengusung tema “Keagungan Nusantara di Panggung Dunia”,  panggung akbar itu menampilkan beragam kreativitas santri, mulai dari seni tari, drama kolosal, paduan suara, musik islami, hingga pertunjukan budaya yang dikemas modern tanpa meninggalkan nilai-nilai religius.

Dalam sambutannya Pembina Yayasan Nur Rosyidah Ponpes Baitul Quran Al Jahra Magetan, H. Nur Wahyudi, bersama jajaran Forkopimca, wali santri, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya yang hadir mengatakan, kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan moral bagi para santri yang telah berbulan-bulan mempersiapkan karya tersebut.

Baca Juga:  Peringatan Hari Guru Nasional 2024 Guru di Magetan Gelar Gebyar Karya Inovasi

H. Nur Wahyudi menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada santri kelas 12 yang berhasil menampilkan pertunjukan megah tersebut.

“Pesan kami, setelah ini semua harus sukses. Kegiatan ini adalah karya besar santri kelas 12 yang setiap tahun selalu ditampilkan dengan luar biasa. Apa yang mereka tampilkan hari ini adalah bukti nyata bahwa santri mampu berkarya, berprestasi, dan berkontribusi untuk bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan semacam ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana penting dalam menanamkan jiwa nasionalisme sejak dini.

“Santri bukan hanya dididik dalam bidang agama, tetapi juga dituntut untuk mencintai tanah air. Dengan cara inilah kita membentuk generasi penerus bangsa yang kuat, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.

Baca Juga:  Setahun Lebih Tak Ada Perkembangan, Kejaksaan Negeri Magetan Akan Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Gamelan.

Selain Panggung Kreasi Akbar 605, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan bazar UMKM yang digelar sejak pagi. Hal ini semakin menegaskan bahwa pesantren bukan hanya tempat belajar agama, melainkan juga wadah pengembangan potensi dan bakat santri dalam berbagai bidang.

Kemeriahan malam puncak semakin terasa ketika para santri dari berbagai jenjang menampilkan bakatnya. Izah, siswi kelas 9 SMP IT Al Jahra bersama 40 rekannya, mengaku bangga dapat mempersembahkan tarian saman sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya bangsa Indonesia.

“Satu bulan bersama teman-teman mempersiapkan penampilan tari saman. Latihannya setiap hari karena kami ingin penampilan kami sempurna, sehingga bisa memukau penonton. Alhamdulillah kami bisa menampilkan tari saman dengan baik,” ungkap hafizah Al-Qur’an tersebut.

Sementara itu, Zaim Misbach Zulhaq, siswa kelas 9B SMP IT Al Jahra, juga menunjukkan kebolehannya dalam menarikan Tari Warok Suro Menggolo, kesenian khas Reog Ponorogo. Ia merasa senang bisa berpartisipasi dalam kemeriahan peringatan HUT RI ke-80 melalui kesenian daerah.

Baca Juga:  Kasus TBC Anak di Magetan Capai 89 Hingga Mei, Dinkes Intensifkan Tracing Keluarga

“Tahun kemarin saya sempat tampil, tapi kami tetap latihan satu bulan hampir setiap hari agar penampilan kami sempurna. Senang bisa membawakan Tari Warok Suro Menggolo. Dari latihan ini saya jadi tahu sejarah Reog dan Warok, sehingga semakin paham tentang budaya bangsa kita,” ucapnya.

Dengan suksesnya acara ini, Ponpes Baitul Quran Al Jahra Magetan sekali lagi membuktikan komitmennya mencetak santri yang bukan hanya cerdas dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme yang kuat, siap menjadi generasi penerus yang membanggakan bangsa dan negara.  (DmS)

 1,049 total views,  9 views today