Budaya & Pariwisata
Dinas Pariwisata Magetan Sayangkan Warga Pengguna Jasa Kuda Wisata di Sarangan yang Nekat Terobos Jalur Longsor Lingkar Selatan Sarangan yang Ditutup.
Published
4 minggu agoon
By
rasinews
RASI MEDIA — Sejumlah warga dan pengguna jasa kuda wisata nekat menerobos jalur lingkar selatan kawasan wisata Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, meski jalur tersebut telah ditutup karena mengalami longsor dan penurunan tanah yang membahayakan. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magetan, Suwito, mengatakan jalur tersebut sebenarnya sudah ditutup dan dijaga petugas. Namun, masih ada warga, khususnya pengguna jasa kuda wisata, yang memaksa melintas. “Jalur itu sudah ditutup karena kondisinya membahayakan. Ada penurunan tanah dan lubang di beberapa titik. Kami juga sudah meminta petugas berjaga di lokasi,” ujar Suwito.
Ia mengaku khawatir apabila tetap ada masyarakat yang melintas karena kondisi jalan terus mengalami penurunan. Bahkan, menurutnya, kendaraan roda dua dan kuda wisata masih terlihat melintas di area yang telah dipasangi penutupan. Suwito menjelaskan, warga pengelola jasa kuda di sarangan nekat membuka jalur selatan telaga sarangan Namun, Dinas Pariwisata tetap tidak merekomendasikan jalur tersebut digunakan karena berisiko menimbulkan kecelakaan. “Kalau tidak dijaga, biasanya dibuka lagi. Yang banyak memaksa itu pengguna kuda wisata. Tapi kami sudah memberikan peringatan bahwa jika terjadi sesuatu, itu di luar tanggung jawab kami,” katanya.
Menurut Suwito, pihaknya juga telah meminta petugas memberikan surat pemberitahuan kepada koordinator jasa kuda wisata agar tidak lagi menggunakan jalur lingkar selatan yang longsor. Selain melakukan pengamanan di lokasi, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magetan juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo terkait kondisi jalan tersebut. Pasalnya, kewenangan penanganan dan perbaikan jalur berada di bawah BBWS Bengawan Solo.
Suwito menyebut, proses penanganan saat ini masih berlangsung. Pihak BBWS Bengawan Solo telah melakukan pengeboran di lokasi untuk mengetahui tingkat kekerasan dan kondisi tanah sebagai bagian dari kajian teknis sebelum perbaikan dilakukan. “BBWS masih berproses. Kemarin sudah dilakukan pengeboran untuk mengecek kondisi tanah. Informasinya memang masih tahap proses,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat bersabar dan mematuhi larangan melintas demi keselamatan bersama. Hingga kini, petugas masih berjaga di kawasan jalur lingkar selatan Sarangan untuk mencegah warga kembali menerobos area yang longsor tersebut.
Sebelumnya, pada 17 Januari 2026, longsor terjadi di pinggir Telaga Sarangan akibat kondisi tanah labil dan diduga dipicu curah hujan tinggi sehingga menyebabkan area tepi jalan ambrol dan menyeret delapan sepeda motor yang terparkir masuk ke dalam telaga. Peristiwa yang terjadi pasca hujan deras tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Untuk mencegah korban terperosok, pemrintah daerah memasang pembatas dari bambu di tepi telaga.
214 total views, 6 views today
You may like

Kuota Haji Magetan Bertambah, Total Jamaah Naik Jadi 544 Orang Dimungkinkan Masih Bisa Bertambah.

SMP Negeri 1 Poncol Gelar Manasik Haji, Perkuat Karakter Religius Siswa

Magetan Jadi Daerah Perdana Penyaluran Jagung SPHP di Jatim, Peternak Dapat Harga Maksimal Rp5.500 per Kilogram

Tanggapi Harga Telur Anjlog, Anggota Komisi IV DPR RI : Ada Impor Telur Pasti Kami Tolak

Dua Tersangka Dugaan Korupsi Pokir DPRD Magetan Masih Terima Gaji Pokok, Sejumlah Tunjangan Mulai Ditangguhkan

Diberhentikan Usai Selewengkan Dana Desa Rp 325 Juta, Pemdes Taji Proses Penggantian Bendahara Desa.


