Ekonomi
Magetan Jadi Daerah Perdana Penyaluran Jagung SPHP di Jatim, Peternak Dapat Harga Maksimal Rp5.500 per Kilogram
Published
1 bulan agoon
By
rasinews
RASI MEDIA — Pemerintah mulai menyalurkan jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk membantu peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan. Program dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Bulog tersebut menjadi penyaluran perdana di Jawa Timur.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono mengatakan program tersebut ditujukan membantu peternak mandiri skala mikro, kecil, dan menengah yang saat ini menghadapi tekanan akibat harga telur turun dan harga pakan tinggi. “Pemerintah hadir melalui program SPHP agar bisa sedikit mengurangi beban para peternak. Jagung SPHP ini disalurkan melalui Bulog dengan harga sekitar Rp5.000 per kilogram dan maksimal diterima peternak Rp5.500 per kilogram. Tidak boleh lebih dari itu,” ujar Maino, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Maino, Magetan dipilih karena menjadi salah satu sentra produksi telur terbesar di Jawa Timur. Produksi telur di daerah tersebut mencapai sekitar 80 ribu ton per hari dan sebagian besar dipasarkan keluar daerah. “Magetan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan wilayah lain. Karena itu sektor peternakan di sini harus dijaga bersama-sama,” katanya.
Ia menambahkan, program jagung SPHP tahun ini berlaku sepanjang tahun. Pemerintah juga menugaskan Bulog melakukan pengadaan satu juta ton jagung sebagai cadangan pangan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani dan peternak. “Tahun ini target penyaluran mencapai 242 ribu ton dan akan berlangsung sampai akhir tahun. Kami berharap langkah ini cukup untuk menjaga stabilitas harga jagung di tingkat peternak,” jelasnya.
Sementara itu, Nanik Endang Rusminiarti mengapresiasi langkah Badan Pangan Nasional dan Bulog yang telah membantu peternak ayam petelur di Magetan. “Alhamdulillah hari ini Magetan menjadi daerah pertama di Jawa Timur yang mendapatkan penyaluran jagung SPHP. Ini tentu sangat membantu peternak karena saat ini harga telur turun sementara harga pakan naik,” ujarnya.
Ia berharap program tersebut dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam petelur di Magetan.
Perwakilan peternak Magetan, Surohman mengaku kondisi peternak saat ini cukup berat akibat tingginya harga pakan dan rendahnya harga telur. “Harga pakan tinggi sementara harga telur masih rendah sehingga banyak peternak mengalami tekanan usaha. Kami sangat bersyukur Badan Pangan Nasional hadir melalui bantuan jagung SPHP ini,” katanya.
Ia berharap pemerintah terus membantu menstabilkan harga telur dan memperluas penyerapan hasil produksi peternak. Di sisi lain, Pimpinan Cabang Perum Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto memastikan stok jagung aman hingga akhir tahun. “Stok jagung kami saat ini sekitar 8.200 ton. Untuk wilayah Magetan ada lima koperasi peternak yang akan menerima penyaluran dengan total kuota sekitar 7.700 ton,” ujarnya.
Bulog juga memastikan pelayanan pengambilan jagung akan tetap dibuka, termasuk pada akhir pekan apabila diperlukan peternak.
600 total views, 3 views today
You may like

Kuota Haji Magetan Bertambah, Total Jamaah Naik Jadi 544 Orang Dimungkinkan Masih Bisa Bertambah.

Dinas Pariwisata Magetan Sayangkan Warga Pengguna Jasa Kuda Wisata di Sarangan yang Nekat Terobos Jalur Longsor Lingkar Selatan Sarangan yang Ditutup.

SMP Negeri 1 Poncol Gelar Manasik Haji, Perkuat Karakter Religius Siswa

Tanggapi Harga Telur Anjlog, Anggota Komisi IV DPR RI : Ada Impor Telur Pasti Kami Tolak

Dua Tersangka Dugaan Korupsi Pokir DPRD Magetan Masih Terima Gaji Pokok, Sejumlah Tunjangan Mulai Ditangguhkan

Diberhentikan Usai Selewengkan Dana Desa Rp 325 Juta, Pemdes Taji Proses Penggantian Bendahara Desa.


