Ekonomi
Populasi Sapi Turun Drastis, Harga Sapi Kurban di Magetan Naik
Published
1 bulan agoon
By
rasinews
RASI MEDIA – Menjelang Hari Raya Iduladha, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan terus menggencarkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di pasar hewan dan titik kumpul ternak. Pemeriksaan dilakukan bersamaan dengan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan, Nur haryani mengatakan petugas kesehatan hewan kini bekerja ganda untuk memastikan ternak yang dijual benar-benar sehat dan layak kurban. “Menjelang Iduladha pastinya kita tetap rutin melaksanakan pemeriksaan di titik-titik kumpul ternak juga di pasar hewan. Selain melaksanakan vaksinasi PMK, teman-teman medik juga melakukan pemeriksaan kesehatan hewan sekaligus penerbitan surat keterangan sehat.”
Nur haryani menjelaskan pemeriksaan dilakukan bukan semata untuk mencegah PMK, namun memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat. Di sisi lain, populasi sapi di Magetan mengalami penurunan drastis pasca wabah PMK. Jika pada tahun 2020 populasi sapi mencapai sekitar 117 ribu ekor, kini jumlahnya tinggal sekitar 68 ribu 900 ekor sapi potong. “Pasca PMK reproduksi ternak juga terpengaruh, sehingga sekarang peternak cukup sulit mendapatkan sapi bakalan.”
Kondisi tersebut berdampak pada naiknya harga sapi kurban tahun ini. Sementara harga kambing domba justru turun akibat overproduksi setelah banyak peternak beralih memelihara kambing pasca wabah PMK.
Nur Haryani menyebut harga kambing siap potong turun sekitar 300 hingga 500 ribu rupiah per ekor. Sedangkan harga sapi terus naik karena stok terbatas.
Meski demikian, kebutuhan hewan kurban masyarakat Magetan dipastikan tetap aman, meski sebagian pasokan sapi didatangkan dari luar daerah.
326 total views, 6 views today


