RASI FM – Memasuki musim paceklik atau musim kemarau harga gabah di tingkat pedagang di Kabupaten Magetan meroket hingga Rp 6.500 perkilogram. Pedagang gabah kering di Magetan Tukiran mengatakan, menigkatnya harga gabah di Magetan dikarenakan memasuki musim kemarau stok gabah di pasaran mulai menipis. Bahkan di gudang miliknya stok gabah juga mengaami kekosongan.
“harga gabah saat ini mencapai Rp 6.500 perkilogram. Ini memasuki musim kemarau pertengahan sehingga petani banyak yang beralih menanam sayuran, sebagian lahan tidak bisa ditanami karena kesulitan air,” ujarnya.
Tukiman menambahkan, selain stok di tingkat pedagang yang mulai menipis, musim kemarau berdampak pada minimnya pasokan gabah kering dari petani karena petani beralih menanam tanaman palawija selama musim kemarau. Sebagian petani memilih menyimpan gabah kering mereka untuk persiapan kebutuhan mereka sendiri menghadapi musim kemarau tahun ini.
”Harga puncak biasanya terjadi di Bulan Agustus sampai September. Ini puncaknya,” imbuhnya.
Dari informasi BMKG musim kemarau diperkirakan masih akan terjadi hingga Bulan September mendatang. Sejumlah embung yang ada di Kabupaten Magetan juga mengalami penyusutan dan kekeringan selama musim kemarau tahun ini. (DmS)