Connect with us

Budaya & Pariwisata

18 Batik Khas Kecamatan Magetan Memukau Forum Sinergi Perempuan Bakorwil I Madiun

Published

on

18 Batik Khas Kecamatan Magetan Memukau Forum Sinergi Perempuan Bakorwil I Madiun

RASI MEDIA – Keindahan dan kekayaan budaya Kabupaten Magetan akan tampil memukau dalam kegiatan Forum Sinergi Perempuan Bakorwil I Madiun yang digelar di Magetan. Salah satu daya tarik utama acara tersebut adalah peragaan busana batik khas dari 18 kecamatan se-Kabupaten Magetan yang diperagakan oleh anggota Tim Penggerak PKK kecamatan.

Beragam motif batik yang merepresentasikan identitas, sejarah, serta potensi unggulan masing-masing wilayah akan tampil dalam satu panggung budaya. Mulai dari Batik Pring Sedapur khas Plaosan, Batik Mojo dari Ngariboyo, Batik Kembang Rawe dari Lembeyan, Batik Suko dari Sukowinangun, hingga berbagai motif batik lainnya yang berkembang di seluruh kecamatan di Magetan.

Ketua TP PKK Kabupaten Magetan, Arini Handayani, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana promosi budaya sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada peserta Forum Sinergi Perempuan Bakorwil I Madiun yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Baca Juga:  SMK Yosonegoro Gandeng Unesa Dan Ulama Tingkatkan Kualitas Anak Didik, Ratusan Siswa Lulusan Diterima Dunia Kerja.

“Kegiatan ini mengusung tema potensi wisata, UMKM, dan kerajinan khas Magetan sebagai upaya memperkenalkan kekayaan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Tema yang kami angkat sengaja difokuskan pada potensi wisata, UMKM, dan kerajinan lokal agar peserta dapat mengenal lebih dekat kekayaan yang dimiliki Kabupaten Magetan,” ujar Arini.

Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum strategis untuk memperluas promosi daerah. Pasalnya, Bakorwil I Madiun atau Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur mencakup 10 wilayah administratif yang terdiri atas Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Kediri, dan Kota Kediri.

Baca Juga:  Alas Tuwo Poncol: Alam Asri dan Aktivitas Seru di Magetan di Libur Nataru 2025

“Kehadiran peserta dari seluruh daerah anggota Bakorwil I Madiun menjadi kesempatan besar bagi Magetan untuk memperluas promosi daerah,” tutur Arini.

Peragaan busana batik tersebut tidak hanya menampilkan keindahan corak dan warna, tetapi juga menggambarkan kreativitas para perajin batik lokal yang terus melestarikan warisan budaya sekaligus berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Setiap motif yang ditampilkan membawa cerita tentang alam, sejarah, tradisi, hingga potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing kecamatan.

“Kami ingin menampilkan kekayaan batik dari seluruh kecamatan agar para tamu dapat melihat langsung keberagaman motif dan kreativitas perajin batik Magetan,” jelas Arini.

Suasana semakin semarak karena fashion show batik akan diiringi secara langsung oleh kelompok karawitan yang dimainkan oleh ibu-ibu PKK Kabupaten Magetan. Alunan gamelan tradisional yang berpadu dengan gemulai langkah para peraga di atas panggung diharapkan mampu menghadirkan nuansa budaya khas Magetan yang kuat dan berkesan bagi para tamu.

Baca Juga:  Melihat Tradisi Tebar Koin Warga Desa Coper Ponorogo Dalam Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Keunikan acara ini terletak pada kolaborasi antara fashion show batik dan karawitan ibu-ibu PKK. Kami ingin menampilkan budaya Magetan secara utuh dalam satu panggung,” imbuhnya.

Melalui peragaan 18 batik khas kecamatan tersebut, Magetan tidak hanya menunjukkan keindahan karya para perajin lokal, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam melestarikan budaya daerah, mengembangkan UMKM, serta memperkuat promosi pariwisata sebagai bagian dari pembangunan ekonomi masyarakat.

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM