Connect with us

Ekonomi

Harga Beras Naik, Pedagang Nasi Goreng di Magetan memilih Menipiskan Keuntungan.

Published

on

Harga Beras Naik, Pedagang Nasi Goreng di Magetan memilih Menipiskan Keuntungan.

RASI FM – Kenaikan harga sembako sebulan terakhir sangat dirasakan oleh pedagang makanan di Kabupaten Magetan. Basuki salah satu pedagang nasi goreng di Jl Mayjen Sukowati Magetan mengatakan, kenaikan harga beras Rp 1.500 perkilogram sebulan terakhir membuat dia terpaksa mengurangi pembelian jumlah bahan baku pembuatan nasi goreng untuk menekan biaya produksi. Selain beras sejumlah bahan pokok pembuatan nasi goreng juga mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

Baca Juga:  ATK Yogyakarta Teliti Kandungan Gelatin Dari Tulang Kelinci di Magetan, Bisa Jadi Berbagai Produk

“Kenaikannya Rp 1.500. Sekarang 11.500 perkilogram. Biasanya kita beli 10 kilogram, sekarang 5 kilogram untuk dicukup cukupin modalnya karena telur juga naik, sayur dan cabai juga naik,” ujarnya.

Basuki mengaku tidak menaikkan harga jual nasi goreng dan tidak mengurangi jumlah porsi dagangannya untuk menjaga pelanggan tetap membeli nasi goring buatannya. Dia memilih tetap berjualan dengan keuntungan minim agar bisa bertahan di tengah kenaikan sejumlah bahan pokok di Kabupaten Magetan.

Baca Juga:  Delapan Puluh Persen Jalan di Kabupaten Magetan Kondisinya Baik, Siap Untuk Jalur Mudik.

“Satu porsi tetap Rp 12.000 nggak dinaikkan biar pelanggan nggak lari. Yang penting laku, bisa berjalan,” imbuhnya.

Kenaikan harga beras di Kabupaten Magetan, membuat bulog mendistribusikan beras murah 10 ton kepada sejumlah pedagang di pasar Sayur Magetan, Pasar Gorang Gareng dan Pasar Maospati. Bulog membatasi pembeli beras murah adalah warga kurang mampu dan beras murah bulog diperuntukkan untuk kebutuhan makan sehari hari. Harga beras murah bulog 1 kg dibandrol Rp 9.500. (DmS)

Baca Juga:  BLK Ponorogo Gelar Pelatihan di Desa Giripurno Magetan, Sulap Gedebog Pisang Jadi Kue Yang Laris Dipesan Warga.

 840 total views,  3 views today