Rasi Fm – Siswa Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan SMK Yosonegoro berhasil membuat batako paving yang efisien mengatasi genangan. Siswa Kelas XII SMKN Yosonegoro Tony Romansyah mengatakan, ide awal pembuatan batako paving poros berawal dari salah satu lokasi di sekolahnya yang selalu tergenang air saat musim hujan tiba. Pembuatan batako paving poros juga memanfaatkan sejumlah limbah bangunan berupa kerikil kerikil kecil yang tidak terpakai serta limbah serbuk besi dari hasil bengkel praktek sekolah. Adanya kegiatan lomba inotek dalam rangka memperingati hari ulang tahun SMK Yosonegoro ke 30 dimanfaatkan Tony Romansyah dengan 3 rekan lainnya untuk menampilkan hasil karya mereka.
“Di bagian sekolah sebelah Timur ada pembangunan untuk bengkel, kebetulan disana banyak kerikil berserakan, dari perbengkelan disana banyak serbuk besi yang tidak terpakai. Kita akhirnya mempunyai ide membuat paving poros. Kami berupaya menambahkan serbuk besi untuk menambah kekuatan tekanan tapi dari segi porosnya tidak mempengaruhi kekuatan porosnya agar bisa menyerap air,” ujarnya.
Tony menambahkan, timnya sempat 2 kali gagal dalam uji coba terhadap hasil pembuatan batako paving poros mereka karena belum menemukan campuran yang pas. Setelah percobaan kedua kalinya, keinginan membuat batako yang ramah lingkungan dengan menggunakan bahan limbah serta batako paving poros yang mampu menyerap air lebih banyak dibandingkan dengan batako paving biasa bisa terwujud. Dengan batako paving poros mereka mengklaim batako paving buatan mereka mampu menjadi bio pori yang ramah lingkungan.
“Ada kemampuan serap, misalnya kalau paving konvensional itu kan campuran bahan halus jadi lebih padat, Kalau paving ini campurannya kasar dan bahan pengikat tidak terlalu banyak jadi bagian dalam berongga. Kalau ada air hujan turun air bisa langsung menerobos,” imbuhnya.
Dengan batako paving poros Tony Romansyah berharap bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan bisa dikembangkan lebih lanjut mengingat saat ini banyaknya kasus banjir di sejumlah daerah dikarenakan masih kurangnya kawasan resapan air hujan. Dengan batako paving poros buatan mereka diharapkan akan mampu membantu pemerintah mengatasi hal tersebut.
Bupati Magetan Suprawoto yang hadir dalam kegiatan HUT SMK Yosonegoro memberikan apresiasi terhadap batako paving poros buatan para siswa. Bupati Magetan Suprawoto mengatakan, inovasi siswa SMK Yosonegoro patut diajungi jempol mengingat di usia mereka yang masih muda, mereka telah menghasilkan inovasi dibidang bangunan. (DmS)