Connect with us

Budaya & Pariwisata

Pemkab Ponorogo Akan Gelar Festival Balon Udara Tanpa Petasan Pasca Ledakan Petasan yang Tewaskan Pelajar.

Published

on

Pemkab Ponorogo Akan Gelar Festival Balon Udara Tanpa Petasan Pasca Ledakan Petasan yang Tewaskan Pelajar.

RASI MEDIA –Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) berkolaborasi dengan Polres Ponorogo akan menggelar Festival Balon Udara pada 29 Maret mendatang. Kegiatan tersebut akan berlangsung di Sirkuit Bungkal di Kecamatan Babadan dan menjadi upaya pemerintah mewadahi tradisi masyarakat saat Lebaran tanpa menggunakan petasan. “Kegiatan ini kami siapkan sebagai wadah resmi agar tradisi balon udara tetap berjalan, tetapi lebih tertib dan aman,” ujar Kepala Bidang Kebudayaan Disbudparpora Ponorogo, Yayuk Herdiana

Yayuk menegaskan pemerintah sengaja menghadirkan festival ini sebagai bentuk sosialisasi sekaligus edukasi kepada masyarakat agar tidak lagi menerbangkan balon udara berpetasan  yang membahayakan. “Kami ingin tetap melestarikan tradisi balon udara yang menjadi kebanggaan masyarakat Ponorogo saat Lebaran.Tetapi pelaksanaannya harus aman dan tidak menggunakan petasan,” tegasnya.

Baca Juga:  Rekom PDIP Untuk Wakil Ketua DPRD Magetan Terlambat, Jadwal Penetapan Ketua Definitif Molor.

Ia menjelaskan festival ini merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan kepolisian untuk menekan potensi bahaya dari balon udara berpetasan. Selain menjaga keamanan, kegiatan tersebut juga memberi ruang bagi masyarakat yang memiliki kreativitas dalam berkreasi. “Kami bersama kepolisian ingin menekan risiko ledakan dan gangguan keamanan, sekaligus memberi ruang kreativitas bagi masyarakat,” jelas Yayuk.

Panitia membatasi jumlah peserta sebanyak 40 grup karena mempertimbangkan kapasitas lokasi dan ukuran balon yang cukup besar. Setiap grup terdiri dari sekitar 10 orang. Pendaftaran dibuka gratis mulai hari ini dan akan ditutup setelah kuota terpenuhi. Peserta tidak hanya berasal dari Ponorogo, tetapi juga terbuka bagi daera. “Kuota kami batasi 40 grup. Kalau sudah terpenuhi, pendaftaran langsung kami tutup,” kata

Baca Juga:  Kontingen Porprov Raih 7 Emas, KONI Magetan Usul Reward Rp 400 Juta Bagi Atlit Berprestasi.

Panitia juga menetapkan sejumlah kriteria teknis. Balon wajib menggunakan bahan kertas minyak dengan ukuran dasar 75 x 100 sentimeter. Desain balon menggunakan pola geometris dengan skala panjang tiga kotak dan lebar empat kotak. Detail spesifikasi teknis akan dimuat dalam petunjuk teknis yang disiapkan event organizer (EO). “Semua aturan teknis akan kami tuangkan ke dalam petunjuk teknis agar peserta memiliki standar yang jelas,” ungkapnya

Festival akan dimulai pukul 05.00 WIB. Panitia akan menerbangkan balon selama kurang lebih satu jam, kemudian menurunkannya untuk penambahan uap panas sebelum diterbangkan kembali hingga sekitar pukul 09.00 WIB. Tim juri akan menilai keindahan balon saat mengudara dan panitia menyiapkan hadiah bagi para pemenang. “Penilaian kami fokuskan pada keindahan balon saat terbang, dan tentu saja ada hadiah untuk para pemenang,” ujarnya.

Baca Juga:  Penampilan Dino Show Masih Menjadi Maskot Mojosemi Park.

Yayuk menambahkan tradisi balon udara sudah mengakar sejak lama dan selalu hadir dalam perayaan Idulfitri di Ponorogo. Namun dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan petasan pada balon udara sering menimbulkan ledakan dan membahayakan masyarakat. “Tradisi ini sudah turun-temurun, tetapi praktik penggunaan petasan itulah yang harus kami hentikan,” katanya

Melalui festival resmi ini, pemerintah berharap masyarakat tetap bisa merayakan tradisi dengan aman dan tertib. Ia juga membuka peluang menjadikan festival balon udara sebagai agenda tahunan Kabupaten Ponorogo ke depan. “Ke depan, kami berharap festival ini bisa menjadi agenda tahunan dan ikon wisata baru Ponorogo,” pungkas Yayuk

 

 773 total views,  6 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *