Connect with us

News

Lebaran Permintaan Tempe Untuk Oleh Oleh Pemudik Meningkat, Pengrajin Tempe di Magetan Kesulitan Tenaga Kerja.

Published

on

Lebaran Permintaan Tempe Untuk Oleh Oleh Pemudik Meningkat, Pengrajin Tempe di Magetan Kesulitan Tenaga Kerja.

RASI FM – Libur lebaran menjadi berkah untuk pengrajin tempe di Desa Terung, Kabupaten Magetan. Haryani salah satu pengrajin tempe mendoan mengatakan, meski pasar sayur Magetan tutup selama lebaran namun permintaan tempe justru meningkat melalui media social whatsapp. Jika di hari biasa Haryani mengaku menghabiskan kedelai sekitar 75 sampai 80 kilogram. Namun di hari lebaran permintaan bisa meningkat hingga 1 kwintal kedelai.

“Sebetulnya berapapun tempe yang kita bikin itu terserap pasar karena banyak masyarakat yang mencari. Di hari biasa kedelai yang kita masak bisa mencapai 75 sampai 80 kilogram, kalau lebaran sampai 1 kwintal,” ujarnya.

Baca Juga:  Mengenal Tari Puputan Dari SMPN 1 Plaosan Magetan, Bersyukur Atas Karunia Bambu Yang Subur.

Meski permintaan meningkat namun Haryani mengaku kesulitan untuk mencari tenaga kerja untuk membungkus tempe yang dia jual karena tempe yang dijual adalah tempe yang berbungkus daun pisang yang memiliki rasa dan aroma khas dari tempe. Karena kesulitan tenaga kerja dia mengaku hanya bisa melayani permintaan yang sudah melakukan pemesaan sebelumnya seperti untuk rumah makan dan pusat jajan oleh oleh yang biasa dijual untuk para wisatawan.

Baca Juga:  PuLuhan Jurnalis Magetan Mendapat Vaksin

“ Permintaan banyak tapi kita kesulitan tenaga kerja untuk membungkus karena banyak yang libur lebaran sementara tempe kan tidak bisa di stok. Hari ini bikin besok harus sudah terjual, jadi kita terpaksaa menyesuaikan dengan tenaga kerja,” imbuhnya.

Untuk satu bungkus tempe biasa Haryani mengaku menjual Rp 500 perbiji sementara untuk tempe mendoan yang berukuran jumbo dia menjual satu ikat tempe mendoan berisi 5 biji seharga Rp 2.500. Tempe dari Desa Terung menurut Haryani menjadi salah satu oleh oleh yang diburu oleh para pemudik karena di perantauan sebagian pemudik mengaku hanya mendapatkan tempe yang terbungkus plastik, sementara tempe dari desa Terung menurut mereka mempunyai cita rasa yang berbeda karena dibungkus dengan daun pisang.

Baca Juga:  Ditinggal Istri Kerja di Batam, Pria di Magetan Gauli Anak Tiri Hingga Hamil.

”Dari dulu kalau tempe dari Desa Terung dibungkusnya pakai daun pisang, sehingga memiliki rasa dan aroma yang berbeda dengan tempe yang dibungkus plastik. Banyak pemudik katanya kangen lama tidak mencicipi tempe bungkus daun pisang,” ucapnya. (DmS)

VISUAL NEWS klik

 141 total views,  3 views today