Dari Lomba Inotek di SMAN 1 Magetan, dari Kanopi Otomatis Hingga Kapur Tulis dari Limbah Cangkang Telur Karya Siswa SMP.
SMAN 1 Magetan juga pernah masuk dalam enam besar Inotek Award Provinsi Jawa Timur 2025 dengan inovasi aplikasi anti-bullying bernama SORA (Sobat Remaja Anti-Bullying)
RASI MAGETAN – Sebanyak 10 perwakilan dari SMP di Kabupaten Magetan meramaikan kegiatan lomba inotek yang digelar oleh SMA N 1 Magetan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke 64. Lomba inovasi teknologi bertajuk SMASA Inotek Competition untuk siswa SMP/MTs se-Kabupaten Magetan dilaksanakan pada Hari Senin 8 September 2025. Perwakilan dari SMPN 2 Magetan membuat system atap otomatis yang akan tertutup jika hujan dan panas serta system pengairan secara terkontrol otomatis mengingat sekolah mereka adalah sekolah adiwiyata. “Sekolah kami kekurangan ruang sehingga dengan memanfaatkan tekhnologi atap otomatis siswa bisa memanfaatkan lapangan sekolah baik saat musim hujan maupun saat suasana panas. Kami juga menciptakan penyiram otomatis karena sekolah kami sekolah adiwiyata sehingga saat kami libur alat ini bisa melakuan penyiraman tanaman yang kita tanam,” ujarnya.
Sementara perwakilan dari SMPN 1 Magetan membuat kapur ramah lingkungan karena terbuat dari limbah cangkang telur. Ide mereka berasal dari penelitian yang dilakukan dimana cangkang telur memiliki kandungan karbonat sebanyak 97 persen. Natasya team leader perwakilan SMPN 1 Magetan mengatakan, kapur buatan mereka diproyeksikan sebagai kapur untuk bermain. Selain berhasil membuat kapur bermain yang ramah lingkungan, tim juga mengembangkan kapur tersebut sebagai bahan untuk mengusir serangga maupun mengusir hama lalat buah karena dari sejumlah campuran kapur ternyata tidak disukai oleh serangga. ”Penelitiannya sekitar 2 minggu dimana kita menemukan kandungan cangkang telur itu memiliki komposisi karbonat sebanyak 97 persen sama dengan kandungan kapur tulis. Kapur tulis ini juga bisa mengusir serangg a seperti semut dan lalat buah karena di dalam kapur ada campuran dari larutan cengkeh yang tidak disukai oleh serangga,” ucapnya.
Ketua penyelenggara Lomba Inotek SMAN 1 Magetan Rinto mengatakan, kegiatan inotek tahun ini diikuti oleh 10 tim dari sejumah SMPN maupun MTsN yang ada di Kabupaten Magetan. Peserta lomba inotek tahun ini menurutnya lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya karena banyaknya sekolah yang terlibat dalam kegiatan peringatan HUT RI ke 80. Meski ada pengurangan jumlah peserta, namun pihaknya memastikan kegiatan lomba inotek tetap menjadi agenda tahunan untuk meningkatkan kreatifitas dari siswa sekolah tingkat SMP dan MTsN. Kegiatan Lomba Inotek dilakukan berjenjang dimana pemenang bisa menjadi duta untuk lomba inotek tingkat Kabupaten hingga tingkat provinsi. “Ini tahun ke 3, untuk peserta tahun kemarin lebih dari 20. Kuota kami batasi agar penilaian dan penjurian agar tidak memakan waktu lama. Tahun ini menurutnya karena terbentur banyak kegiatan seperti HUT RI ke 80 ada karnaval dan kegiatan mereka padat sekali. Kegiatan inotek inovasinya bermacam macam dan sampai kabupaten Magetan bisa dibawa. SMA bisa ikut lomba inotek yang bisa dibawa ke Provinsi,” katanya.
SMAN 1 Magetan juga pernah masuk dalam enam besar Inotek Award Provinsi Jawa Timur 2025 dengan inovasi aplikasi anti-bullying bernama SORA (Sobat Remaja Anti-Bullying). (DmS)