Connect with us

Pendidikan

Siswa SMA di Magetan Membuat Aplikasi Exdugo Ditengah kasus Pernikahan Dini di Magetan.

Published

on

Siswa SMA di Magetan Membuat Aplikasi Exdugo Ditengah kasus Pernikahan Dini di Magetan.

RASI FM – Pendidikan sex bagi sebagian besar masyarakat di Kabupaten Magetan, Jawa Timur masih dipandang sebagai hal yang tabu. Violin Siswi kelas XII SMA N 1 Magetan, Jawa Timur dari kelompok pemerhati kasus pernikahan dini mengatakan, dari sejumlah riset yang dilakukan dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kabupaten Magetan serta riset kasus pernikahan dini di media social, tabunya pendidikan sek dikarenakan masyarakat hanya memahami permasalahan seks pada sebatas hubungan intim suami istri.

“Persepsi pendidikan seks itu masih terbatas hanya sebatas hubungan suami istri, padahal pesatnya tekhnologi membuat konten konten seks diakses anak mereka tanpa pengawasan,” ujarnya ditemui di Pendopo Surya graha Kabupaten Magetan saat lomba inotek Rabu (15/08/2023).

Violin mengaku dari hasil riset yang mereka lakukan ke dinas KB dan berita kasus pernikahan dini di media, mayoritas anak anak yang tersandung kasus pernikahan dini berasal dari wilayah pinggiran di Kabupaten Magetan.

“Dari riset yang kami lakukan mayoritas kasus pernikahan dini ini menimpa anak anak yang tinggal di wilayah pinggiran Magetan yang menganggap pendidikan seks itu tabu. Tapi justru disitu menjadi lokasi kasus pernikahan dini terjadi,” imbuhnya.

Baca Juga:  Bupati Magetan Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kampus Unesa.

Pendidikan seks melalui aplikasi.
Mengetahui kenyataan tersebut Violin bersama ke 3 rekannya di SMAN 1 Magetan Desiva, Syahrun dan Salma kemudian membuat aplikasi yang mereka namakan Exdugo atau sex education orang tua dan anak, agar permasalahan pernikahan dini di Magetan bisa ditekan dengan adanya peningkatan pemahaman terkait batas pergaulan dan akibat dari melakukan pergaulan sek bebas.

“Dari kecil kita mengenalkan tangan, kaki, hidung dan fungsi tubuh lainnya itu kan juga pendidikan seks. Jadi makna pendidikan sek itu tidak hanya soal hubungan intim saja,” ujar Desiva ketua kelompok pembuat aplikasi exdugo.

Untuk bisa menarik bagi pengguna HP, aplikasi exdugo didesain semudah mungkin pemahaman terkait pendidikan seks yang bukan hanya sekedar permasalahan hubungan suami istri, namun pendidikan seks justru dikenalkan sejak usia dibawah 6 tahun.

“Yang anak dibawah 6 tahun kita masukkan ke menu orang tua karena anak anak belum tahu apa itu pendidikan seks. Di menu ini kita pengenalan anggota tubuh, fungsinya yang melibatkan orang tua,” imbuh Desiva.

Baca Juga:  Kegiatan Parenting di SD Sukowinangun 2 Mengingatkan Pentingnya Sekolah Inklusi di Magetan.

Di dalam menu aplikasi yang diberi nama Exdugo tersebut terdapat 4 menu utama dibagi sesuai dengan usia. Di menu orang tua, exdugo memasukkan pengenalan seks pada anak usia di bawah 6 tahun yang harus mendapat bimbingan orang tua. Menu tersebut berisi pengenalan anak pada nama bagian tubuh dan fungsinya. Pada menu edukasi untuk anak usia 6 tahun mengajarkan bagaimana batas pergaulan serta bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh lawan jenis serta apa yang harus dilakukan jika orang lain nekat melakukan hal terlarang tersebut.

“Untuk usia 6 tahun kita mulai memberikan informasi batasan pergaulan antara lawan jenis. Kemudian apa yang boleh disentuh dan tidak oleh lawan jenis dan bagaimana menyikapi jika mereka mengalami permasalahan dalam pergaulan,” kata Desiva.

Untuk membuat aplikasi Exdugo, Desiva mengaku membutuhkan waktu hingga sebulan lamanya. Di aplikasi Exdugo juga terdapat menu curhat yang diperuntukkan bagi pengguna yang ingin mengetahui lebih dalam permasalahan yang mereka hadapi. Saat ini menu curhat di aplikasi exdugo masih di tangani oleh guru pembimbing di sekolah SMAN 1 Magetan.

Baca Juga:  Ini Pentingnya Event Pra PorProv Bagi Kontingan Paralayang Kabupaten Magetan.

“Melalui aplikasi exdugo ini kita harap pendidikan seks tidak dilihat hanya dari bagian hubungan intim, tetapi bagaimana cara bergaul yang sehat, kita mengatahui batas batas pergaulan serta memahami akibat dari pergaulan bebas,” pungkas Desiva.

Aplikasi exdugo dari Siswa SMAN 1 Magetan meraih juara ke 2 dalam lomba Inovasi dan tekhnologi Inotek yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Magetan. Violin berharap bisa mengembangkan aplikasi exdugo dengan mengajak tenaga ahli terkait pengambangan standar aplikasi dan keamanan serta adanya tenaga medis yang berpengalaman dalam memberikan informasi, komentar maupun tanggapan bagi pengguna.

“Kita masih mencoba pengembangan untuk apliaksi dengan Dinas Kominfo, atau untuk ketersediaan tenaga medis menjawab persoalan yang disampaikan pengguna aplikasi kita coba untuk bekerjasama dengan Dinas KB dan lainnya,” katanya. (DmS)

 861 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *