Connect with us

Pendidikan

Tutup Kegiatan MPLS, Kepsek SMA N 1 Magetan Tekankan Ssiwa Tidak Terjerat Judol.

Published

on

Tutup Kegiatan MPLS, Kepsek SMA N 1 Magetan Tekankan Ssiwa Tidak Terjerat Judol.

RASI MAGETAN – Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 1 Magetan resmi berakhir pada Jumat (18/7). Kepala SMAN 1 Magetan, Aris Sudarmono mengatakan, selama lima hari para siswa baru dibekali berbagai materi penting, dengan fokus utama pada isu krusial seperti bahaya judi online. Tema judi online diangkat menurutnya untuk menyikapi maraknya kasus pelajar yang terjerat praktik judi online dalam beberapa tahun terakhir. “Judi online mulai merambah ke anak-anak usia sekolah. Pemerintah melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur berharap agar fenomena ini tidak semakin meluas, khususnya di tingkat SMP dan SMA/SMK,” ujarnya.

Baca Juga:  Gedung Literasi di Magetan Disiapkan Jadi Rintisan Sekolah Rakyat, Siap Tampung 100 Siswa.

Untuk memperkuat pemahaman siswa, pihak sekolah menggandeng Polres Magetan untuk memberikan materi edukatif terkait bahaya judi online. Selain itu, materi lain yang disampaikan meliputi anti-bullying, pencegahan kekerasan seksual, serta prostitusi, bekerja sama dengan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). “Mereka diajarkan untuk memahami tindakan apa saja yang tergolong korupsi dan bagaimana menghindarinya. Ini adalah bagian dari pendidikan karakter yang penting ditanamkan sejak usia sekolah,” tambahnya.

Baca Juga:  Terobosan Sinergi Dengan Dunia Kerja SMKN Kartoharjo Magetan Gelar Tes Rekrutmen Pegawai Perusahaan.

Meski demikian Aris memahami penggunaan gawai di era digital sulit dipisahkan dari siswa. Sekolah menurutnya tidak melarang hal tersebut, namun lebih menekankan pemanfaatannya secara bijak. “Untuk siswa-siswi diarahkan untuk menggunakan perangkat digital secara tepat, khususnya dalam mendukung pembelajaran,” jelasnya.

Di Hari penutupan MPLS, para siswa mengikuti kegiatan eksplorasi potensi dan unjuk kreativitas. Tiap kelompok kelas menampilkan karya dan keterampilan mereka di hadapan seluruh peserta dan guru, yang akan dinilai sebelum kegiatan resmi ditutup sore hari. “Kami ingin mengenal karakter belajar setiap anak. Ada yang gaya belajarnya auditori, visual, atau kinestetik. Tes ini akan sangat membantu guru dalam menyesuaikan metode pembelajaran agar lebih efektif dan sesuai kebutuhan siswa,” pungkasnya.

Baca Juga:  Hadir Musda XIX PRSSNI Jatim, Gubernur Jatim Berpesan Radio Wajib Konvergen

Tahun ajaran 2025/2026, SMAN 1 Magetan menerima siswa baru sejumlah 360 orang, terdiri dari 119 siswa putra dan 231 siswa putri. Mulai Hari Senin para siswa akan mengikuti tes diagnostik untuk memetakan potensi dan gaya belajar masing-masing siswa (DmS)

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM