RASI MAGETAN – Sebanyak 8 sekolah dasar di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur tidak mendapatkan siswa baru di tahun ajaran 2025/2026. Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Ponorogo, Nurhadi Hanuri, mengatakan, bagi 8 SDN yang tidak mendapat siswa masih diperbolehkan menerima siswa baru meski kegiatan belajar mengajar telah berlangsung saat ini. “Kami masih membuka kesempatan bagi sekolah untuk menerima murid baru, jika kemungkinan ada calon siswa yang belum mendapat sekolah negeri. Dengan begitu ada kesempatan mendapatkan siswa baru,” ujarnya melalui pesan singkat Senin (21/7/2025).
Nurhadi menambahkan, tidak adanya siswa baru di 8 aekolah SDN di Ponorogo dimungkinkan karena minimnya lulusan TK di lingkungan sekolah yang tidak dapat siswa. Selain minim lulusan TK sekolah juga diharapkan melakukan inovasi agar orang tua memiliki minat untuk menyekolahkan anak mereka ke sekolah tersebut. “Memang sekolah harus berinovasi terbaik sehingga bisa memikat warga untuk menyekolahkan anak mereka ke situ. Buat masyarakat tertarik untuk sekolahkan anaknya ke sana,” imbuhnya.
Meski tak ada siswa yang mendaftar di 8 SDN tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo memastikan akan tetap menyelenggarakan pendidikan seperti biasanya. Terkait opsi regrouping sekolah yang minim siswa, Nurhadi mengatakan hasil koordinasi dengan DPRD Ponorogo sepakat untuk mempertahankan di satu desa minimal tetap harus ada satu SD Negeri. “Namun jika dalam satu desa terdapat lebih dari satu SD Negeri yang terus mengalami kekurangan siswa dari tahun ke tahun, regrouping bisa menjadi salah satu opsi yang diambil. Yang pasti, kami ingin masyarakat tetap mendapat pelayanan pendidikan yang baik di Ponorogo,” pungkasnya. (DmS)