RASI FM – Ketua Pelaksana Program Double Track SMA dari ITS M Zainal Asrori mengatakan, tahun ini ada 8.146 siswa di 133 SMA di 28 kabupaten yang mengikuti program tersebut. Untuk melatih katrampilan softskill 8.000 lebih siswa SMA peserta program double track, ITS melibatkan 278 instruktur dari berbagai kompetensi. Program double track juga didukung oleh dunia usaha.
“Ini ada 1.100 dunia usaha dan industri yang mendukung double track ini,” ujarnya ditemui saat mendampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Dari 13 jenis ketrampilan di program double track, menurut M Zainal Asrori, program ketrampilan yang paling diminati siswa SMA adalah tataboga dimana ada 59 rombel, penglolaan fancy bakrie sebanyak 50 rombel, video grafis 45 rombel, tata rias panggung 29 rombel, tata rias ijab sebanyak 20 rombel. Sementara program doubletrack seperti listrik, motor, busana muslim berkisar antara 11 rombel.
“Sampai akhir Agustus penghasilan sudah mencapai Rp 2,99 miliar dari kegiatan. Di akhir tahun kita targetkan Rp 4 miliar dari sejumlah event,” ucapnya.
Tahun 2023 kemandirian dari program double track mencatat sebanyak 4.617 siswa melakukan wira usaha sementara 6.645 siswa yang lulus sekolah diterima di dunia kerja. Hingga tahun ke 6 pelaksanaan program double track di sekolah SMA telah menghasilkan alumni 54.000 siswa.
“Lulusan SMA ini penyumbang pengangguran terbesar, program ini jelas membawa perubahan kepada anak anak,” pungkas M Zainal Asrori. (DmS)