Connect with us

Budaya & Pariwisata

Cuaca Ekstrem, Pendakian Tektok Cemoro Sewu Ditutup Sementara

Published

on

 

RASI MEDIA  – Pengelola jalur pendakian Gunung Lawu melalui Cemoro Sewu,Kabupaten Magetan, Jawa Timur  menutup sementara pendakian  tek tok.  Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH) Sarangan Perum Perhutani KPH Lawu Ds, Supriyanto, mengatakan penutupan jalur pendakian tektok untuk mengantisipasi keamanan pendaki selama cuaca ekstrem. “ Yang ditutup sementara untuk pendaki tektok. Untuk pendaki camp masih kita buka,” uajrnay melalui sambungan telepon Selasa 927/1/2026).

Supriyadi menambahkan, penutupan pendakian tektok yang berada di jalur pendakian Cemoro Sewu  dilakukan murni demi keselamatan pengunjung. “Tektok ditutup sementara karena faktor keselamatan. Banyak pengunjung yang kurang persiapan safetynya terutama pakaian. Penutupan TikTok bersifat sementara dan akan dibuka kembali setelah kondisi cuaca ekstrem benar-benar membaik,” imbuhnya.

Baca Juga:  Lagu Magetan Ngumandang Diciptakan Selama 3 Hari di Tahun 1974, Masih Eksis Sampai Saat Ini.

Perum Perhutani memastikan cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir tidak berdampak signifikan terhadap jalur pendakian di wilayah tersebut. Supriyanto menjelaskan, angin kencang memang sempat terjadi di kawasan Gunung Lawu. Namun kondisi tersebut tidak mengganggu jalur pendakian Cemoro Sewu yang berada di wilayah Jawa Timur. “Kalau di Cemoro Sewu wilayah Jawa Timur masih buka dan aman. Cuaca ekstrem kemarin tidak mempengaruhi jalur.  Masih aman dan tetap dibuka untuk umum,” ucapnya.

Baca Juga:  Selamatan Haul Ki Hajar Wonokoso, Bentuk Toleransi Warga Kampung Wonomulyo.

Terkait jumlah pendaki, Supriyanto mengakui terjadi penurunan signifikan akibat cuaca ekstrem. Saat ini, jumlah pendaki hanya berkisar 40 hingga 50 orang , jauh menurun dibandingkan hari normal. Pengelola lajur  pendakian Cemoro Sewu  juga membatasi waktu pendakian selama 3 hari dan pendaki bisa melaporkan kepada petugas jika memperpanjang waktu pendakian. “Untuk pendaki yang camp, maksimal tiga hari. Kalau mau lebih lanjut, harus lapor lagi seperti biasa,” kata Supriyanto.

Baca Juga:  Mengenal Wayang Krucil Tanpa Pakem Dari Magetan Yang Berusia 400 tahun

Selain itu, pihak pengelola terus memperkuat pengawasan keselamatan dengan menjaga informasi cuaca dari petugas di atas gunung. Supriyanto mengimbau seluruh pendaki untuk mengutamakan keselamatan , mematuhi aturan pendakian, serta menyesuaikan perlengkapan dengan kondisi cuaca yang masih berubah-ubah. “ Untuk pemantauan kita sudah tempatken personil di puncak maupaun di sjeumlah pos untuk memantau perkembangan cuaca maupaun penaki,” pungkasnya.

 1,294 total views,  3 views today