Budaya & Pariwisata
Cuaca Ekstrem, Pendakian Tektok Cemoro Sewu Ditutup Sementara
Published
3 minggu agoon
By
rasinews
RASI MEDIA – Pengelola jalur pendakian Gunung Lawu melalui Cemoro Sewu,Kabupaten Magetan, Jawa Timur menutup sementara pendakian tek tok. Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH) Sarangan Perum Perhutani KPH Lawu Ds, Supriyanto, mengatakan penutupan jalur pendakian tektok untuk mengantisipasi keamanan pendaki selama cuaca ekstrem. “ Yang ditutup sementara untuk pendaki tektok. Untuk pendaki camp masih kita buka,” uajrnay melalui sambungan telepon Selasa 927/1/2026).
Supriyadi menambahkan, penutupan pendakian tektok yang berada di jalur pendakian Cemoro Sewu dilakukan murni demi keselamatan pengunjung. “Tektok ditutup sementara karena faktor keselamatan. Banyak pengunjung yang kurang persiapan safetynya terutama pakaian. Penutupan TikTok bersifat sementara dan akan dibuka kembali setelah kondisi cuaca ekstrem benar-benar membaik,” imbuhnya.
Perum Perhutani memastikan cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir tidak berdampak signifikan terhadap jalur pendakian di wilayah tersebut. Supriyanto menjelaskan, angin kencang memang sempat terjadi di kawasan Gunung Lawu. Namun kondisi tersebut tidak mengganggu jalur pendakian Cemoro Sewu yang berada di wilayah Jawa Timur. “Kalau di Cemoro Sewu wilayah Jawa Timur masih buka dan aman. Cuaca ekstrem kemarin tidak mempengaruhi jalur. Masih aman dan tetap dibuka untuk umum,” ucapnya.
Terkait jumlah pendaki, Supriyanto mengakui terjadi penurunan signifikan akibat cuaca ekstrem. Saat ini, jumlah pendaki hanya berkisar 40 hingga 50 orang , jauh menurun dibandingkan hari normal. Pengelola lajur pendakian Cemoro Sewu juga membatasi waktu pendakian selama 3 hari dan pendaki bisa melaporkan kepada petugas jika memperpanjang waktu pendakian. “Untuk pendaki yang camp, maksimal tiga hari. Kalau mau lebih lanjut, harus lapor lagi seperti biasa,” kata Supriyanto.
Selain itu, pihak pengelola terus memperkuat pengawasan keselamatan dengan menjaga informasi cuaca dari petugas di atas gunung. Supriyanto mengimbau seluruh pendaki untuk mengutamakan keselamatan , mematuhi aturan pendakian, serta menyesuaikan perlengkapan dengan kondisi cuaca yang masih berubah-ubah. “ Untuk pemantauan kita sudah tempatken personil di puncak maupaun di sjeumlah pos untuk memantau perkembangan cuaca maupaun penaki,” pungkasnya.
931 total views, 3 views today
You may like

20 Tahun di Krangkeng, Mbah Kirno Akhirnya Dibawa Purnomo Pemilik Yayasan Berkah Bersinar Abadi

Sejumlah Pedagang Sayur Malam di Lahan Parkir Pasar Sayur Menolak Relokasi Karena Khawatir Tal Ada Pembeli, Disperindag Magetan Lakukan Sosialisasi.

50 Kasus PMK di Magetan Dinyatakan Sembuh, Dinas Peternakan Perkuat Vaksinasi dan Edukasi Peternak

Amanda Mengajarkan Merajut Masa Depan Warga Binaan Rutan Magetan Melalui Karya Benang Rajut.

Pemkab Magetan Terima 11 Sertifikat Tanah Hasil Penyelamatan Aset Daerah

Lari Sejauh 13 Kilometer, Anggota Komisi IV DPR RI Riyono Caping Kampanyekan Olah Raga dan Hidup Sehat.


