Connect with us

Legalitas

Sejumlah Pedagang Sayur Malam di Lahan Parkir Pasar Sayur Menolak Relokasi Karena Khawatir Tal  Ada Pembeli, Disperindag Magetan Lakukan Sosialisasi.

Published

on

Sejumlah Pedagang Sayur Malam di Lahan Parkir Pasar Sayur Menolak Relokasi Karena Khawatir Tal  Ada Pembeli, Disperindag Magetan Lakukan Sosialisasi.

 

RASI MEDIA  –   Sejumlah pedagang sayur yang berjualan di area parkir pasar sayur Kabupaten Magetan, Jawa Timur menolak upaya pemindahan lokasi dagangan mereka ke lokasi bangunan los baru karena khawatir tidak ada pembeli. Ketua Pedagang Etek Magetan, Yusuf, mengatakan pedagang juga mengeluhkan kecilnya ukuran lapak yang hanya berukuran 2X1,5 meter. “ Sementara ini menolak karena khawatirnya tempat yang dikosongkan ini ditempati pedagang yang jualan di alam pasar. Khawatirnya pedagang juga takut tidak laku,” ujarnya ditemui di lokasi bangunan pasar baru Rabu (28/1/2026).

Baca Juga:  Dari Kelulusan Siswa SLB Negeri Karangerjo, Kurikulum Merdeka Hasilkan Lulusan Yang Berprestasi dan Mandiri.

Meksi demikian Yusuf mengaku masih akan menunggu kegiatan sosialisasi yang akan dilaksankan Dinas Perindustrian dan Perdaganagn Kabupaten Magetan bersam adengan Anggota DPRD Kabupaten Magetan Hari Jumat mendatang. “ Hari Jumat kita ada pertemuan. Kita lihat nanti kalau lokasi yang dikosongkan ditempai orang lain kita menolak  pindah khawatirnya di lokasi baru tidak laku.Tapi tadi lokasi lama  akan tetap di kosongkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan, Kiki Indriyani, memastikan bahwa relokasi yang dilakukan pemerintah daerah untuk memberikan lokasi berjualan yang layak. Pembangunan los yang baru akan menampung sekitar 88 pedagang.“ Kami ingin memanusiakan pedagang dengan menyediakan tempat yang lebih representatif  karena selama ini pedagang malam berjualan di pelataran pasar dengan kondisi becek, kehujanan, dan minim penerangan,” katanya.

Baca Juga:  PSU di Magetan Bukan Kesalahan yang Disengaja, KPU : Kesalahan Pada Tanda Tangan di Kolom yang Salah.

Adanya sejumlah pedagang sayur yang menolak menurut Kiki karena sosialisasi tahap awal belum berjalan optimal dan simpang siur karena  baru  sekitar 40 pedagang dari total 140 pedagang yang menghadiri sosialisasi. Disperindag menargetkan relokasi dapat dilakukan pada Bulan Februari 2026. “ Kita ulangi lagi dengan mengundang semua pedagang. Kekhawatiran mereka kenapa tidak mau pindah kita tampung kita carikan jalan keluarnya,” ucapnya.

Baca Juga:  Gelar Reses 1 di Kelurahan Bangunasri, Warga Butuh Sambungan Listrik di Sawah.

Menurut Kiki lokasi los bagi pedagang malam relative lebih representative karena los memiliki atap,  penerangan juga  bagus. Para pedagang nantinya selain memiliki tempat juga dipastikan mendapat ijin yang nantinya akan memiliki akses untuk kembali memiliki kios jika Pasar Sayur dibangun.” Niat kita baik, mereka nanti dapat tempat dan dapat kartu kuning atau ijin, suatu saat Pasar Sayur di bongkar dibangun merka sudah masuk di data kami,” pungkas Kiki.

 532 total views,  6 views today