RASI MEDIA – Pencurian tujuh unit laptop dan satu harddisk di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Magetan tidak hanya menimbulkan kerugian materi. Sejumlah data pekerjaan milik Bagian Hukum dan Bagian Organisasi juga ikut hilang karena tersimpan di perangkat yang dibawa pelaku.
Kepala Bagian Umum Setda Magetan, Didit, mengatakan seluruh laptop yang dicuri merupakan perangkat yang digunakan untuk aktivitas kerja sehari-hari. Karena itu, di dalamnya terdapat berbagai dokumen dan data administrasi yang belum seluruhnya memiliki salinan. “Karena itu memang laptop untuk bekerja, jadi otomatis pasti ada data-data pekerjaan yang hilang di situ. Mungkin tidak semua file yang ada di dalam komputer itu ter-backup di komputer lain ataupun di harddisk yang lain, sehingga memang ada beberapa file yang hilang,” ujarnya.
Didit menjelaskan, barang yang dicuri terdiri atas empat laptop milik Bagian Hukum, tiga laptop dan satu harddisk milik Bagian Organisasi. Dari tujuh laptop tersebut, lima merupakan inventaris pemerintah daerah, sedangkan dua lainnya merupakan milik pribadi pegawai.
Akibat hilangnya perangkat beserta data di dalamnya, aktivitas kedua bagian sempat mengalami gangguan. Meski demikian, pelayanan dan pekerjaan pemerintahan tetap berjalan sambil melakukan penataan ulang dokumen yang masih tersedia.”Alhamdulillah tetap bisa berjalan, meskipun sedikit terganggu karena tidak semua file tersimpan di tempat lain,” katanya.
Didit memastikan data yang hilang tidak berkaitan dengan penanganan perkara maupun kasus hukum tertentu. Menurutnya, fungsi Bagian Hukum dan Bagian Organisasi lebih banyak memberikan fasilitasi terhadap kebutuhan internal Pemerintah Kabupaten Magetan.”Saya kira tidak ada kaitannya dengan kasus yang lain. Bagian hukum maupun organisasi lebih pada fasilitasi terhadap internal pemerintah daerah,” tegasnya.
Pihak Setda juga telah melaporkan kasus tersebut kepada kepolisian dan berharap seluruh barang yang dicuri dapat ditemukan. Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku yang terlihat hanya seorang pria yang beraksi sendirian di dalam gedung dengan mencoba sejumlah pintu sebelum berhasil masuk melalui pintu yang dicongkel.
Pasca-kejadian, Pemerintah Kabupaten Magetan langsung melakukan evaluasi sistem pengamanan gedung atas arahan Sekretaris Daerah. Evaluasi meliputi perbaikan akses masuk, penguatan pengamanan fisik gedung, hingga peninjauan kembali pola penjagaan oleh personel Satpol PP agar kejadian serupa tidak terulang.