RASI FM – Warga Desa Taji, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur menemukan batu bertulis yang diduga merupakan sebuah prasasti. Kepala Desa Taji Sigit Supriyadi mengatakan, batu yang diduga prasasti tersebut ditemukan warga saat membongkar pagar batas kebun.
“Jadi warga merasa batunya aneh, berbentuk persegi dan halus tertata sebagai pagar pembatas kebun. Ketika dibongkar ternyata berbentuk bulat lonjong dengan lebar sekitar 1 meter, ditengah ada bentuk kotak persegi empat yang terdapat ukiran relief,” ujarnya ditemui di lokasi temuan artefak batu Rabu (21/8/2024).
Sigit Supriyadi menambahkan, di bagian atas batu berbentuk lonjong tersebut terdapat tulisan Jawa kuno. Temuan tersebut saat ini masih dibiarkan di kebun warga menunggu tindakan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan untuk ditindak lanjuti.
“Karena ini bagian penting dari sejarah yang ada di desa kami, kami masih menunggu tindakan lanjut dari dinas terkait,” imbuhnya.
Sigit Supriyadi mengaku temuan artefak batu bertulis yang ditemukan pada Hari Jumat (9/8) lalu berawal dari laporan warga karena pemerintah desa meminta warga yang menemukan adanya artefak peninggalan kerajaan untuk melapor. Pemerintah Desa Taji saat ini sedang menggali bukti sejarah tentang desa mereka untuk dituliskan menjadi buku sejarah desa.
“Awalnya kita mencari apakah ada artefak di sekitar desa untuk ditelusuri sebagai bahan menyusun sejarah desa. Ternyata kita temukan artefak ini ada di kebun warga. Ditemukan hari Jumat lalu, Dulunya tanah di situ dikeruk oleh warga untuk pembuatan batu bata, sebagian batu disitu dijadikan pagar pembatas kebun oleh warga,” katanya.
Pemerintah desa Taji mengaku akan meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan untuk menterjemahkan arti dari tulisan Jawa yang terpahat dibantu tersebut untuk mengetahui arti dari tulisan tersebut. Sayangnya bagian atas dari prasasti dari batu hitam tersebut sudah pecah, tulisan huruf Jawa kuno pada badan batu juga mulai rusak karena bagian permukaan batu mulai terkikis. Relief pada bagian persegi yang berada di tengah tengah batu juga mulai rusak.
“Kalau bisa kita minta untuk diterjemahkan tulisan yang ada di batu tersebut artinya apa, supaya masyarakat tahu arti dari tulisan yang ada di batu tersebut karena ini ada kaitannya dengan desa kami,” kata Sigit
Satu artefak dari Desa Taji tersimpan di museum nasional.
Selain ditemukan artefak bertuliskan Jawa kuno pada Hari Jumat lalu, Sigit juga mengaku ada satu artefak yang di simpan di musim nasional Jakarta juga ditengarai berasal dari Desa Taji. Dari penelusurannya Sigit mengaku jika artefak yang disimpan di museum nasional sebagai inventaris nomor 31 dijelaskan jika artefak batu berbentuk seperti gunungan di temukan di Dukuh Tambi Desa Taji, Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan.
“Dalam terjemahannya disebutkan era Mpu Tumambi kalau wilayahnya Sumalumbi. Dari keterangan di museum bahwa ditemukan di dukuh Tambi, itu salah satu dukuh di desa kami,” katanya.
Dari terjemahan prasasti yang tersimpan di Musium Nasional Sigit mengaku tertulis pada tahun 1126 saka, wukunya julung bulannya Kartika atau Selo, Harinya Rabu tanggal 2, wilayahnya Simalumbi, dimungkan era kerajaan Jenggala.
“Apakah artefak yang ini ada kaitannya dengan artefak yang tersimpan di museum nasional kita juga tidak tahu. Semoga temuan prasasti ini nanti bisa mendukung prasasti yang sebelumnya ditemukan,” pungkas Sigit. (DmS)