Budaya & Pariwisata
Pemkab Ponorogo Mulai Kumpulkan Artefak Kuno Untuk Koleksi Monumen Reog dan Museum Peradaban.
Published
10 bulan agoon
By
rasinews
RASI FM – Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Jawa Timur mulai mengumpulkan artefak, arca dan berbagai benda peninggalan kerajaan serta peninggalan boneculture, kebudayaan manusia purba yang menggunakan alat-alat tulang pada zaman Mesolitikum yang ditemukan di Ponorogo untuk mengisi museum Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) yang berada di bukit kapur Kecamatan Sampung. Kabid Kebudayaan Disbudparpora Ponorogo, Oki Widyanarko mengatakan, ada sekitar 50 artefak serta benda cagar budaya mulai dari Yoni, arca, patung hingga kepingan uang koin masa lampau yang telah diinventarisasi. “Saat ini ada sekitar 50 artefak benda cagar budaya yang telah diinventarisasi oleh Disbudparpora dan Tim Ahli Cagar Budaya TACB,” ujarnya melalui pesan singkat Selasa (14/4/2025)
Oki Widyanarko menambahkan, 50 artefak serta benda cagar budaya yang telah diinventarisasi tersebut saat ini ditempatkan di Balai Penyelamatan yang terletak di bekas gedung SDN Patihan Kidul Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo. Tim yang saat ini sedang menginventarisasi Obyek Diduga Cagar Budaya (ODCB) berupa artefak berstruktur terbuat dari batuan kapur di Desa Pandak, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. “Kami juga melakukan investarisasi benda benda bersejarah di masyarakat atau di desa yang memiliki nilai sejarah di Ponorogo. Saat ini kita inventarisasi ODCB berupa artefak berstruktur terbuat dari batuan kapur di Desa Pandak,” imbuhnya.
Seluruh benda bersejarah yang akan mengisi koleksi Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) nantinya akan ditempatkan di museum transit yang rencananya akan menggunakan gedung di lingkungan Pemkab Ponorogo, Jalan Alun-alun Utara, Kelurahan Mangkujayan. Koleksi di museum transit nantinya akan terdiri dari barang artefak benda cagar budaya mulai dari era pra sejarah, hindu-budha, islam, kemerdekaan sampai reformasi. “Artinya Museum transit itu sementara sebelum dipindahlan ke MRMP. Warga yang merasa menemukan atau memiliki artefak benda cagar budaya bisa melaporkan ke Disbudparpora nanti akan dilakukan pendaftaran dan dikaji oleh TACB. Warga yang punya koleksi artefak benda cagar budaya nanti juga bisa menitipkan atau bahkan menghibahkan di museum transit,” Kata Oki.
Tak hanya berisi benda bersejarah untuk perkembangan peradaban di Ponorogo, museum transit yang rencananya akan dibuka untuk umum tersebut juga akan dilengkapi dengan koleksi film bersejarah di Kabupaten Ponorogo. Museum transit tersebut akan dibuka untuk umum dan gratis. “Selain artefak benda cagar budaya di museum transit nanti juga diputarkan film film bersejarah Ponorogo. Terbuka untuk umum dan tidak ditarik retribusi,” pungkasnya. (DmS)
1,282 total views, 9 views today
You may like

Dalami Proyek Pembangunan Monumen Reog, Penyidik KPK Sambangi Gedung Dinas PUPR Ponorgo.

Fokus Bahas APBD 2026, DPRD Ponorogo Jadwalkan Ulang Pembahasan Raperda Penyertaan Modal ke Perumda Sari Gunung

Kadin Pariwisata Ponorogo Pastikan Pembangunan Monumen Reog Tetap Lanjut Ditengah KPK Dalami Dugaan Adanya Praktek Korupsi dalam Pengerjaannya.

Gelontor Anggaran Rp94 Miliar, Pemkab Ponorogo Kebut Perbaikan Jalan di 167 Titik

Rumah di Ponorogo Tersambar Petir, Genteng Rontok dan Videonya Viral di Media Sosial

Melongok Kebesaran Pondok Pesantren Gebang Tinatar Tegalsari, Lahirkan Tokoh Bangsa dari Tanah Ponorogo


