Connect with us

Pendidikan

Percantik Gedung Literasi Magetan Dengan Ornamen Gaya Mataraman, Dinas Arpus : Sering Digunakan Untuk Spot Foto.

Published

on

Percantik Gedung Literasi Magetan Dengan Ornamen Gaya Mataraman, Dinas Arpus : Sering Digunakan Untuk Spot Foto.

RASI MAGETAN – Pemerintah Kabupaten Magetan terus melakukan pembenahan Gedung Literasi yang berada di bawah pengelolaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus). Pembenahan tersebut dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan fungsi literasi sekaligus mempercantik tampilan gedung.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan, Suhardi, mengatakan, pihaknya fokus menyiapkan ruangan dan berbagai fasilitas pendukung literasi. Menurutnya, literasi tidak hanya soal membaca, tetapi mencakup berbagai aspek, termasuk literasi budaya dan keindahan. “Kami terus berbenah, baik kesiapan ruangan maupun asesor-asesor yang ada. Literasi itu banyak bagian, salah satunya literasi budaya, sehingga gedung ini kami percantik agar tampil lebih berkelas,” ujar Suhadi.
Suhardi menjelaskan, pembenahan gedung juga bertujuan menarik minat masyarakat, terutama generasi muda. Ia menyebut Gedung Literasi Magetan sering dimanfaatkan sebagai lokasi foto dan dokumentasi karena tampilannya yang dinilai menarik.” Banyak yang memanfaatkan tempat ini untuk foto-foto. Karena itu kami persolek secara bertahap setiap tahun. Mudah-mudahan tahun 2025 ini tahap utama selesai,” jelasnya.
Pada tahap berikutnya, Dinas Arpus akan menata area lobi, ruang masuk, serta area distribusi. Di sejumlah sudut gedung, di antaranya juga menyiapkan display produk UMKM, buku-buku kearifan lokal, serta hasil karya transformasi literasi masyarakat. Pembenahan interior gedung tersebut didanai melalui program APBD Kabupaten Magetan tahun 2025. Karena keterbatasan sumber daya internal, Dinas Arpus menggandeng tenaga ahli untuk menyusun desain interior. Proses perencanaan desain, telah melalui beberapa kali pemaparan dan melibatkan berbagai pihak sebelum akhirnya direalisasikan. “Kami meminta bantuan tenaga ahli karena kami tidak memiliki kompetensi khusus di bidang desain interior. Prosesnya cukup panjang dan melibatkan banyak pihak,” ungkapnya.
Selain penataan gedung, Dinas Arpus juga menyiapkan strategi penampilan koleksi buku. Suhardi menyebut total koleksi perpustakaan mencapai sekitar 180 ribu judul, belum termasuk jumlah eksemplar yang lebih banyak. “Buku tetap kami siapkan dan sebagian tetap ditampilkan di gedung ini. Namun karena tingkat kunjungan fisik belum terlalu besar, kami juga mengarahkan tampilan koleksi ke layanan digital,” tutupnya.

Baca Juga:  Mulai Banjir Pesanan, Kelompok Batik Mawar Di Desa Bedagung Butuh Pelatihan SDM.

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM