Connect with us

Politik & Pemerintahan

Dinsos Magetan Intensifkan Pengobatan ODGJ, Gandeng RSJ Lawang Malang

Published

on

Dinsos Magetan Intensifkan Pengobatan ODGJ, Gandeng RSJ Lawang Malang

RASI MEDIA – Dinas Sosial Kabupaten Magetan terus mengintensifkan upaya penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang memerlukan pengobatan lanjutan. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan, Parminto Budi Utomo, menyebut pengiriman ODGJ ke rumah sakit jiwa masih diperlukan karena kebutuhan penanganan yang lebih intens dan berkelanjutan. “Masih membutuhkan upaya pengobatan lagi, kami kirimkan ke rumah sakit jiwa. Itu memang sifatnya insidental, karena ODGJ di Magetan membutuhkan penanganan yang frekuensinya lebih banyak,” ujar Parminto.
Parminto menjelaskan, selain layanan psikiatri di rumah sakit daerah yang sudah berjalan, Dinsos Magetan juga bekerja sama dengan RSJ Lawang Malang. Kerja sama ini dinilai efektif karena pihak rumah sakit siap menjemput ODGJ langsung ke Magetan. “Kemarin kami bekerja sama dengan RSJ Lawang Malang, mereka siap menjemput. Biasanya dua kendaraan travel yang datang, ini kami anggap sebagai kesempatan karena kebutuhan pengobatan kejiwaan di Magetan cukup tinggi,” jelasnya.
Sejak awal tahun 2025, Dinsos Magetan telah rutin mengirim ODGJ ke RSJ Lawang Malang setiap dua pekan. Hingga Rabu (7/1/2026), pengiriman tersebut telah dilakukan sebanyak 15 kali. Ia menambahkan, syarat pengiriman antara lain ODGJ masuk dalam desil 1–5 dan memiliki BPJS, sementara seluruh biaya transportasi ditanggung pihak rumah sakit. “Rata-rata setiap pengiriman sekitar 10 sampai 15 orang. Kalau dihitung, totalnya sudah hampir 100 orang,” ungkap Parminto.
Parminto menegaskan peran keluarga sangat penting dalam proses pemulihan ODGJ, terutama untuk memastikan pengobatan tidak terputus. Ia berharap dukungan keluarga dan lingkungan terus diperkuat agar ODGJ yang telah menjalani pengobatan dan rehabilitasi dapat kembali beraktivitas normal di masyarakat. “ODGJ itu harus terus minum obat. Yang sering terjadi, obatnya putus karena tidak mau minum atau lupa, padahal obatnya gratis dan tersedia. Pemerintah sudah menyiapkan fasilitas, sekarang tinggal peran keluarga dan masyarakat untuk mendukung kesembuhan mereka,” tutupnya.

Baca Juga:  KPU Magetan Targetkan 2 Hari Pelipatan Surat Suara DPD RI Dengan 146 Pekerja Pelipat Suara.

 605 total views,  3 views today