Rasi Fm – Batik mawar yang dikembangkan oleh warga Desa Bedagung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan mulai banjir order. Ketua Batik Mawar Guyub Rukun, salah satu kelompok pembatik di Desa Bedagung Sugeng Hariyanto mengatakan, dalam sebulan pesanan batik mawar hasil karya kelompok guyub rukun mencapai lebih dari 20 lembar batik. Satu lembar batik yang biasanya sudah didesain untuk jadi satu buah baju batik dihargai Rp 160.000.
Desain yang dibuat oleh Sugeng Hariyanto memang didesain khusus untuk ukuran satu baju batik hasil dari konsultasi dengan sejumlah penjahit. Sementara untuk motif batik terdiri dari motif pokok bunga mawar yang banyak tumbuh didesa Bedagung yang dikombinasikan dengan motif hewan serta daun daunan khas yang tumbuh di kaki Gunung Lawu.
Produk batik yang pemasarannya dari mulut ke mulut tersebut lebih menjamin kepuasan pembeli dengan cara bagi pembeli batik yang kurang puas dengan hasil pesannya boleh menukar batik yang telah dibeli. Cara penjualan tersebut ternyata menarik minat para pembeli.
“Prinsip saya kalau memang itu bagus orang itu pasti senang memakai,. Dari situ kita utamakan kualitas, misalkan ada konsumen yang tidak puas dah ini cantingane kok begini, tidak sesuai dengan yang lainnya itu bisa dikembalikan. Saya jamin untuk menukar yang lebih bagus. Pokoknya prinsip saya kalau kualitasnya bagus motifnya bagus itu pasti ada yang minat dan Alhamdulillah baik dari segi ma masyarakat. Kalau dipakai masyarakat dari unsur senang,” ujarnya
Sayangnya pesanan batik tersebut tidak bisa dilayani oleh kelompok batik mawar guyub rukun karena keterbatasan SDM pembatik. Di kelompok batik mawar guyub rukun hanya memiliki satu pecanting, padahal idealnya untuk satu kelompok setidaknya mempunyai 5 pecanting untuk bisa memenuhi pesanan dalam waktu singkat.
Sugeng Hariyanto berharap pemerintah daerah memberikan bantuan pelatihan SDM membatik sehingga batik mawar yang dikelola kelompok Guyub Rukun bisa berkembang dan memenuhi permintaan pesanan.
“Belum pernah sama sekali ada pelatihan disini itu, Hanya diklat lah, hanya 1 orang yang telah dilatih, yang bisa ya Mbak Anis yang lainnya bisanya belajar tapi kalau untuk penjualan Belum berani tampil. Minimal tuh yang mencanting minimal itu 2 tapi paling tidak mempunyai lima seorang pecanting. Kalau 5 nanti pesanan berapa pun mampu, “ imbuhnya. (DmS)