Connect with us

Ekonomi&UMKM

Dimasa Pandemi Bea Cukai Madiun Laporkan Kenaikan Pemasukan Cukai

Published

on

Dimasa Pandemi Bea Cukai Madiun Laporkan Kenaikan Pemasukan Cukai

Rasi Fm – Dimasa Pandemi Covid 19 Bea Cukai Madiun melaporkan adanya kenaikan pemasukan dari cukai rokok. Pejabat Fungsional Ahli Pertama Bea Cukai Madiun Tri Hariyono usai melakukan dialog di radio Rasi fm Magetan mengatakan, cukai yang masuk tahun 2020 diawal masa pandemic covid 19 di Bea Cukai Madiun tercatat 540 miliar rupiah. Di tahun 2021 penerimaan cukai di Kantor Bea Cukai Madiun dari sector cukai rokok akan meningkat di angka Rp 560 miliar rupiah.
“Kalau berbicara ada pengaruh atau tidak tentunya ada, seperti kalau misalkan kita bicara pabrik rokok atau karyawan pabrik rokok yang ia diberhentikan karena pengusahanya kolap, atau ada penurunan produksi karena ada kegiatan PPKM dan sebagainya pasti ada. Tetapi secara nasional bisa dikatakan bahwa cukai itu meningkat secara penerimaan cukai itu tidak turun tapi justru meningkat. Mungkin konsumen rokok justru meningkat ketika ada pandemi, itu mungkin secara umum. Dari data penerimaan negara cukai yang masuk di tahun 2020 di tempat kami sekitar 540 an miliar, di tahun ini mungkin meningkat, mungkin akan diangkat sekitar 560 miliar,” ujarnya.
Tri Hariyono menambahkan, dimasa pemberlakuan PPKM disinyalir peredaran rokok illegal di wilayah eks karesidenan Madiun menurun, sementara adanya peningkatan konsumsi rokok membuat perokok hanya membeli rokok yang berpita cukai di pasaran. Meningkatnya pemasukan cukai rokok di Madiun juga disinyalir meningkatnya kesadaran pengusaha rokok membayar cukai ditengah peningkatan penjualan rokok dimasa pandemic covid 19.
“ Masa pemberlakuan PPKM secara otomatis peredaran rokok ilegal sedikit banyak terputus. Terputusnya tidak sembarang orang boleh keluar. Padahal namanya rokok illegal itu diedarkan oleh orang-orang yang notabenenya tidak berizin. Dia mau keluar bagaimana dan sebagainya tentunya peredaran menurun, tetapi kesadaran masyarakat akhirnya justru meningkat karena yang tersedia di pasaran hanya rokok rokok resmi saja. Tapi masih ada kalau bicarabya rokok illegal masih ada mungkin di wilayah Magetan tidak ada tetapi kalau bicara nasional tetap ada,” imbuhnya.
Peningkatan pemasukan cukai dari sector rokok juga membuat pembagian hasil cukai ke 5 Kabupaten Kota mengalami peningkatan antara 17 hingga 19 miliar rupiah. (DmS)

Baca Juga:  Mengenal Jeruk Jawa, Yang Melanglang Hingga Negara India, Thailand dan Chili dari Desa Bibis.

 97 total views,  3 views today