Connect with us

Pendidikan

Cerita SMP Negeri 3 Kawedanan Raih Adiwiyata Nasional, Kepala Sekolah Ungkap Proses Panjang dan Budaya Lingkungan

Published

on

Cerita SMP Negeri 3 Kawedanan Raih Adiwiyata Nasional, Kepala Sekolah Ungkap Proses Panjang dan Budaya Lingkungan

RASI MAGETAN – SMP Negeri 3 Kawedanan berhasil meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional tahun 2025 setelah melalui proses panjang dan bertahap sejak tingkat kabupaten hingga nasional. Kepala SMP Negeri 3 Kawedanan, Hayuningsih , mengatakan, bahwa pencapaian tersebut lahir dari komitmen bersama seluruh warga sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan.
Hayuningsih menjelaskan, sekolahnya memulai perjalanan Adiwiyata dari tingkat kabupaten pada tahun 2017. Saat itu, SMP Negeri 3 Kawedanan dipimpin Suparno, M.Pd. Sekolah kemudian melanjutkan ke tingkat provinsi dan dinyatakan lolos pada tahun 2019 di bawah kepemimpinan Titi Irianti. “Saya mulai bertugas di sini tahun 2023, lalu pada tahun 2024 kami maju ke tingkat nasional. Alhamdulillah, tahun 2025 kami dinyatakan lolos sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional,” ujar Hayuning.
Ia menambahkan, sekolah menerima penghargaan Adiwiyata Nasional pada 11 Desember 2025 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) . Menteri Lingkungan Hidup menyerahkan piagam penghargaan secara langsung. “ Kami bahagia dan bangga karena dampaknya sangat besar bagi sekolah,” ujarnya.
Menurut Hayuningsih , Adiwiyata Nasional menuntut kepedulian nyata terhadap lingkungan yang diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari. Sekolah membiasakan hidup sehat, menjaga sanitasi, menyediakan fasilitas cuci tangan, serta mengurangi penggunaan sampah plastik. “Kami juga mengolah limbah agar bernilai guna, seperti daun-daun yang kami jadikan kompos,” jelasnya.
Untuk membangun budaya tersebut, sekolah mengandalkan kolaborasi seluruh warga sekolah. Hayuning menyebut koordinasi intensif dengan guru dan tenaga kependidikan menjadi kunci. “Kami membuat komitmen bersama. Awalnya berat, tapi kalau dikerjakan bersama, semuanya jadi ringan,” tegasnya.
SMP Negeri 3 Kawedanan juga menjalankan berbagai program pembiasaan, salah satunya Madarling (5 menit sadar lingkungan) setiap pagi. Program ini melibatkan seluruh warga sekolah mengingat luas area sekolah mencapai 16.500 meter persegi, sementara tenaga kebersihan hanya dua orang. “Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga siswa bergerak bersama,” katanya.
Selain itu, sekolah menerapkan program Sajisata (Satu Jiwa Satu Tanaman) dan Kurasaki atau pengurangan sampah, khususnya sampah plastik. Sekolah juga mengintegrasikan pelatihan mental dan spiritual, penanaman cinta tanah air melalui lagu nasional dan daerah, serta pembiasaan sikap disiplin dan peduli lingkungan. Hayuning menilai perubahan kesadaran membutuhkan waktu dan keteladanan. “Kalau kita memberi contoh dan bergerak bersama, lama-lama semua akan ikut,” ujarnya.
Ke depan, SMP Negeri 3 Kawedanan berencana naik ke Adiwiyata Mandiri . Hayuning memastikan sekolah mulai menyiapkan persyaratan, termasuk memiliki sekolah binaan minimal dua sekolah ayng berada diluar Provinsi Jawa Timur. “Semua yang sudah diperjuangkan para pendahulunya akan kami lanjutkan. Persiapan harus dimulai sekarang, termasuk dokumentasi kegiatan,” tandasnya.
Ia berharap prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pendidikan dan lingkungan di Kabupaten Magetan. “Prestasi harus diperjuangkan. Kami siap bergerak bersama untuk melangkah ke Adiwiyata Mandiri,” pungkas Hayuningsih.

Baca Juga:  Kades Ngariboyo Diberhentikan Sementara, Pengajuan DD Masih Bermasalah.

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM