Budaya & Pariwisata
Luncurkan City Branding “Magetan Ngangeni”, Ini yang Potensi yang Buat Wisatawan Kangen Magetan.
Published
1 tahun agoon
By
rasinews
RASI FM – Kabupaten Magetan meluncurkan city branding dengan tagline “Magetan Ngangeni” dengan logo huruf M yang digambarkan sebagai Gunung Lawu dengan elemen huruh T berbentuk keris yang melambangkan budaya Magetan yang masih memiliki pengrajin keris dengan burung jalak Lawu serta perpaduan warna yang menggambarkan kekayaan potensi di Kabupaten Magetan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan, Joko Trihono mengatakan, city branding Magetan ngangeni bertujuan untuk memperkenalkan potensi keindahan dan kekayaan budaya Kabupaten Magetan kepada masyarakat luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. ”Itu ada kesan sesuatu yang berkenan di dalam hati kita masing-masing yang membuat orang yang datang ke Magetan itu akan kembali ke Magetan,” ujarnya.
Joko Trihono menambahkan, bekerjasama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan kajian sejumlah slogan yang di himpun melalui partisipatif dari masyarakat. Dalam prosesnya, masyarakat, pelaku industri, dan pemangku kepentingan diajak berdiskusi melalui serangkaian Focus Group Discussions (FGD). City Branding juga melibatkan kalangan praktisi pariwisata dan akademisi serta OPD sehingga seluruh eleman masyarakat di Kabupaten Magetan akan memiliki rasa keterikatan dengan branding Magetan Nganengni. “Magetan ngangeni bukan hanya untuk wisatanya saja, tapi seluruh potensi yang ada di Kabupaten Magetan, baik kulinernya, kerajinannya, hasil buminya, budayanya dan ngangeni bukan hanya tugas dinas pariwisata tapi seluruh opd dan seluruh eleman masyarakat,” imbuhnya.
Ketua Pokdarwis Kabupaten Magetan Widya mengatakan, slogan Magetan ngangeni bukan hanya soal sarangan, tapi bagaimana menciptakan suasana kabupaten Magetan itu menjadi kabupaten yang selalu ingin kembali dikunjungi. Kabupaten Magetan memiliki suasana alam yang sangat petensial untuk di kelola menjadi kabupaten yang selalu ingin di kunjungi. ”Bukan hanya Sarangan, tapi yang bisa ngangei adalah suasana alam di Kabupaten Magetan. Magetan mempunyai suasana alam yang berbeda denga kota lain. Contohnya Magetan masih memiliki embun di pagi hari yang kota lain sudah tidak punya. Dari suasana alam dengan tagline Magetan ngangeni bisa berimpek kepada perilaku seluruh masyarakat. Kangen itu dari hati dan kangen itu bisa sembuh dengan bertemu,” katanya.
Pelaku pengelola destinasi wisata di Magetan Hendri Satrio Wibowo juga menekankan penanganan kemacetan yang selama ini terjadi masih menjadi kendala bagi wisatawan untuk menikmati potensi wisata di Magetan. Dibutuhkan penanganan lebih serius dibandingkan hanya dengan melakukan buka tutup jalur. Pembangunan jalur alternative pengurai kemacetan menurutnya harus ditempuh pemerintah daerah untuk bisa mewujudkan branding city Magetan ngangeni. “Dari hasil diskusi rekayasa itu tidak menyelesaikan masalah, itu menambah kemacetan. Solusinya adalah ambil saja jalan sudetan. Jadi tidak berbasis fakta tapi basis asumsi saja,” ujarnya.(DmS)
VISUAL NEWS klik
1,962 total views, 3 views today
You may like

Tiket Masuk Telaga Sarangan jadi Rp 22.000, Dinas Pariwisata Pastikan Tidak Ada Kenaikan Harga.

Dinas Pariwisata Magetan Akan Maksimalkan Qris Bagi Pengunjung Telaga Sarangan Selama Libur Lebaran.

Masyarakat Kelurahan Sarangan Akan Gelar Larung Tumpeng, Ini Waktunya Membuktikan Sarangan Destinasi Wisata Yang Bersih dan Ramah Pengunjung

Dinding Baru Longsor Karena Hujan Deras, Pengelola Tutup Sementara Kawasan Wisata Air Terjun Tirto Sari di Magetan.

Makan Disamping Tumpukan Sampah, Pengunjung Telaga Sarangan : Harusnya Pagi Sudah Bersih

Libur Natal dan Tahun Baru Tiket Pengunjung Telaga Sarangan Pakai QR, Pengunjung Diperkirakan Capai 200.000 Orang.


