Connect with us

Budaya & Pariwisata

Prosesi Jamasan Pusaka Merti Bumi Desa Terung, Refleksi Warga Terhadap Pusaka Bumi Pertiwi.

Published

on

Prosesi Jamasan Pusaka Merti Bumi Desa Terung, Refleksi Warga Terhadap Pusaka Bumi Pertiwi.

RASI MAGETAN – Warga Desa Terung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, menggelar prosesi jamasan (pencucian) pusaka sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Merti Bumi, Jumat (4/7/2025). Tradisi sakral ini dilakukan di Balai Desa Terung sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi dan keselamatan warga. Prosesi dimulai dengan doa bersama dan selamatan yang dipimpin oleh sesepuh desa. Berbagai pusaka yang menjadi simbol leluhur Desa Terung, seperti keris, tombak, trisula, hingga payung pusaka, dijamas atau dimandikan menggunakan air kembang setaman dan wewangian khusus. Setelah proses jamasan selesai, pusaka-pusaka tersebut didoakan agar senantiasa memberikan keberkahan dan keselamatan bagi seluruh warga desa.

Baca Juga:  Satgas Covid 19 Akan Bentuk Petugas Pemulasaran Pasien Covid 19

Kepala Desa Terung, Suwarno mengatakan, kegiatan jamasan pusaka ini menjadi agenda rutin setiap tahun menjelang pelaksanaan Merti Bumi atau peringatan bersih desa. “Selain menjaga tradisi warisan leluhur, jamasan pusaka juga menjadi pengingat agar masyarakat senantiasa menghormati nilai-nilai budaya serta menjaga harmoni dengan alam,” ujarnya.

Sementara penjamas atau juru besuh yang bertugas membersihkan sejumlah pusaka milik Desa Terung mbah Sarni Ndeot mengatakan, prosesi jamasan pusaka menjadi tradisi yang menjadi bagian dari kegiatan Merti Bumi atau bersih desa yang dilaksanakan rutin setiap tahun di bulan suro untuk mengajak kembali masyarakat merefleksi apa yang selama ini telah mereka lakukan. Sebagai masyarakat agraris sesepuh Desa Teruna tersebut mengajak masyarakat memaknai jamasan pusaka adalah introspeksi masyarakat Terung yang mayoritas petani memberlakukan pusaka bumi pertiwi.

Baca Juga:  Masyarakat Kelurahan Sarangan Akan Gelar Larung Tumpeng, Ini Waktunya Membuktikan Sarangan Destinasi Wisata Yang Bersih dan Ramah Pengunjung

“Kita mengajak petani kembali ke alam dengan menggunakan pupuk organik agar bumi pertiwi ini kembali sehat sehingga bisa memberikan kesejahteraan kepada para petani melalui hasil panen mereka. Bumi pertiwi saat ini terlalu banyak mengkonsumsi pupuk kimia sehingga menjadi sakit. Melalui kegiatan ini kita mengajak masyarakat memahami apa yang terjadi dengan bumi pertiwi, pusaka tempat kita hidup,” ucapnya.

Baca Juga:  Mesrenbang Kecamatan Panekan Dilouncing di Sumber Molang Oleh Bupati Magetan

Kegiatan jamasan pusaka juga diiringi dengan kesenian uyon-uyon, gamelan sebagai wujud pelestarian budaya lokal. Kegiatan jamasan pusaka ditutup dengan kegiatan pagar desa dengan keliling desa dan memanjatkan doa. Ratusan warga tampak antusias mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir. Mereka percaya, melalui prosesi adat seperti ini, desa akan dijauhkan dari marabahaya dan hasil bumi akan melimpah. Merti Bumi sendiri merupakan tradisi bersih desa yang sudah turun-temurun dilakukan oleh masyarakat Terung sebagai wujud penghormatan kepada alam dan leluhur. (DmS)

 801 total views,  3 views today