Connect with us

Budaya & Pariwisata

80 Panggang Ayam Memaknai Dawuhan Desa Sumber Sawit di Mata Air Sumber Growong.

Published

on

80 Panggang Ayam Memaknai Dawuhan Desa Sumber Sawit di Mata Air Sumber Growong.

RASI FM – Desa Sumber Sawit, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan menggelar kegiatan dawuhan atau bersih desa dengan menggelar selamatan panggang tumpeng sebagai bentuk syukur masyarakat akan rahmat Tuhan dengan melimpahnya air yang mengalir dari Sumber Growong. Sesepuh Desa Sumber Sawit Tugiyo mengatakan, kegiatan dawuhan dengan menggelar selamatan tumpeng beserta ubo rampe merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang mereka untuk bersyukur serta menjaga kelestarian sumber air Growong sebagai berkah untuk pengairan pertanian dan kebutuhan air warga.

”Tradisi masyarakat setempat tinggalan nenek moyang setiap tahun pada Seloso kliwon moso kapitu dilaksanakan dawuhan. Merupakan rasa syukur kepada Tuhan atas sumber air disini. Dawuhan disini identik dengan panggang tumpeng,” ujarnya.

Baca Juga:  Menelisik Budaya Wayangan Ruwatkolo Desa Ngunut, Dilaksanakan 8 Tahun Sekali Tradisi Sejak Nenek Moyang.

Sementara Kepala Desa Sumbersawit Sunyoto mengatakan, warga 3 dusun di Desa Sumber Sawit yaitu Dusun Mitir, Dusun Godoh dan Dusun Baran tetap memelihara tradisi dari nenek moyang mereka sebagai bentuk budaya dan tradisi untuk terus memelihara keberadaan sumber air Growong. Melalui kegiatan dawuhan diharapkan warga selain menjaga keberadaan sumber air juga meningkatkan debit air melalui kegiatan reboisasi yang dilaksanakan dalam kegiatan dawuhan.

”Desa Sumber Sawit yaitu Dusun Mitir, Dusun Godoh dan Dusun Baran tetap memelihara tradisi dari nenek moyang melaksanakan dawuhan, dengan adanya kegiatan ini mudah- mudahan sumber sendang ini semakin lebih baik, debit airnya lebih besar agar mencukupi kebutuhan masyarakat untuk pengairan dan kebutuhan air minum juga semoga bisa mencukupi warga desa lain seperti Widorokandang, Sidokerto dan Sumberdodol untuk kebutuhan air minum kita harapakan budaya ini tidak punah dan dikembangkan semakin baik,” katanya.

Baca Juga:  Cuaca Tak Menentu, Dinas Kesehatan Magetan Ajak Warga Waspadai DBD dan Aktif Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Pengelola Sumber Growong Gino mengatakan, kegiatan budaya dawuhan merupakan sarana promosi bagi keberadaan destinasi wisata alam serta kolam renang yang memanfaatkan sumber air Growong. Pemanfaatan sumber air Growong yang masih segar dan asli dari mata air untuk kolam renang merupakan keistimewaan alam untuk pemanfaatan sebagai terapi. Pengelola wisata sumber air Growong mengaku akan lebih mengembangkan lagi keberadaan kolam renang dengan fasilitas lainnya agar keberadaan sumber air Growong mampu menjadi destinasi wisata desa yang bisa memberikan dampak perekonomian bagi Desa Sumebrsawit.

Baca Juga:  Kasus PMK Melandai, Ada Perubahan Metode Penjualan Sapi Oleh Pedagang Sapi di Pasar Hewan Magetan.

“Sudah ada wacana untuk pengembangan kolam renang anak, kita kembangkan agar semakin banyak pengunjung karena terkait permaianan airi itu untuk anak anak. Selain itu ada kolam terapi karena ikannya bibitnya sudah ada,” ucapnya.

Pelestarian budaya dawuhan selain mengajak masyarakat melestarikan keberlangsungan alam dengan bersyukur atas melimpahnya sumber air juga menjadi ajang promosi bagi pengembangan destinasi wisata desa yang diharapkan akan terus berkembang. (DmS)

VISUAL NEWS klik

 1,138 total views,  9 views today