Rasi Fm – Kabupaten Magetan yang berada di ujung barat Jawa Timur memiliki hampir semua persyaratan sebagai destinasi wisata unggulan. Meski demikian destinasi wisata di Magetan belum menjadi pilihan utama wisatawan untuk melancong menikmati keindahan alam kaki Gunung Lawu tersebut. Posisi geostrategis Kabupaten Magetan belum secara maksimal membawa pengaruh kepada lamanya kunjungan wisatawan. Rata-rata waktu kunjungan wisatawan di destinasi wisata Magetan tak sampai satu hari.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Magetan Joko Trihono mengatakan, masih singkatnya kunjungan wisatawan di Kabupaten Magetan ditengarai salah satunya adalah faktor aspek aksesibilitas ke obyek wisata yang relatif masih “sulit” dicapai, terutama jika menggunakan sarana angkutan umum. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah daerah adalah dengan membangun jalan tembus yang nyaman untuk dilalui kendaraan dan mendekatkan akses ke destinasi wisata.
“Cara lainnya adalah dengan menggandeng Bus DAMRI sebagai operator angkutan perintis. Upaya lainnya adalah dengan berupaya mewujudkan pembangunan pintu Tol Trans Jawa di Kabupaten Magetan,” ujar Joko Trihono.
Sementara dari aspek atraksi dan amenitas, dimana jumlah obyek wisata di Magetan cukup banyak baik obyek wisata alam, budaya dan buatan manusia akan dipadukan dengan pendukung lainnya sebagai suatu system yang kompleks. Produk wisata yang dikenal dengan 3 A yaitu aksesibilitas, atraksi dan amenitas merupakan suatu sistem dimana satu sama lain saling berkaitan.
“Hal ini dibutuhkan pengelolaan terpadu antar unsur tersebut. Sebagai suatu sistem yang kompleks, maka, pariwisata adalah industri jasa yang mempunyai karakteristik unik multidimensional (multi sektor, multi aktor, multi region dan multi aspek). Karakter pariwisata yang multidimensional tersebut menyebabkan sektor ini sangat tergantung pada keterpaduan pengelolaan agar terselenggaranya tujuan pembangunan pariwisata yang diinginkan,” imbuh Joko.
Melalui pendekatan perencanaan pembangunan pariwisata dan kelembagaan yang sesuai untuk pengembangan pariwisata di Kabupaten Magetan, Dinas Pariwisata Kabupaten Magetan merencanakan pengembangan kelembagaan melalui pendekatan kolaborasi dan sinergitas antara stakeholders.
“Stakeholder ini adalah pengusaha, pemerintah, media, masyarakat termasuk didalamnya komunitas. Peran masing-masing sangat dibutuhkan dalam membangun pariwisata Magetan, ” Ucap Joko.
Melalui berbagai komunitas budaya, komunitas seni, komunitas olahraga, dan sebagainya, didorong untuk membuat kegiatan yang dikemas sedemikian rupa sehingga dapat menjadi sebuah event yang dapat menarik kunjungan wisata. Kegiatan tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh Usaha Mikro, Kecil dan Menengah untuk memasarkan produk dan brand Kabupaten Magetan sebagai daerah wisata.
Melalui Komunitas seni, seniman-seniman Kabupaten Magetan didorong turut berpartisipasi bahkan menginisiasi kegiatan-kegiatan seni. Berbagai tampilan seperti tarian tradisional, kesenian reyog, musik tradisional, musik modern, seni lukis, film dan fotografi serta Wayang Kulit.
“Diharapkan dengan semakin seringnya pertunjukkan ini digelar dapat menjadi sebuah brand dan tentu saja menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Magetan, ” Kata Joko.
Sebagai buah dari sinergi Pemerintah dengan masyarakat melalui komunitas-komunitas dalam membuat berbagai event diharapkan dapat menarik kunjungan wisata, memperkuat ekonomi kerakyatan terutama sektor UMKM serta sebagai brand bagi Kabupaten Magetan.
” Unuk itu komunitas-komunitas yang ada akan selalu digelitik kreatifitasnya dalam mengambil peran bekerja sama dengan baik. tidak hanya pada kegiatan seni, namun juga pada bentuk-bentuk kegiatan lainnya sesuai dengan bidang aktivitas masing-masing komunitas”.pungkas Joko. (DmS)