Connect with us

Hukum & Kriminal

Kejari Ponorogo Periksa 2 Mantan Kacabdindik Jawa Timur Terkait Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Dana Bos.

Published

on

Kejari Ponorogo Periksa 2 Mantan Kacabdindik Jawa Timur Terkait Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Dana Bos.

RASI FM – Kejaksaan Negeri Ponorogo, Jawa Timur memeriksa 2 mantan kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Ponorogo-Magetan dalam upaya mengungkap dugaan penyelewengan anggaran Dana BOS di SMK 2 PGRI Ponorogo. Kepala Seksi Intelijen Kejari Kabupaten Ponorogo, Agung Riyadi mengatakan, kedua mantan Kepala Cabdindik Jawa Tiimur adalah Lena dan Nurhadi. “Keduanya dipanggil Kejari, dipanggil sebagai saksi atas kasus dugaan penyimpangan dana BOS SMK 2 PGRI Ponorogo,” ujarnya ditemui di Kejaksaan Negeri Ponorogo Kamis (5/12/2024).

Baca Juga:  Bantu Peternak Ayam Petelur, Forum Zakat Jawa Timur Bagikan 2 ton telur Kepada Kuli Gendong dan Panti Asuhan

Agung Riyadi menambahkan, selain 2 mantan Kepala Cabdindik Jawa Timur wilayah Ponorogo-Magetan, sebetulnya ada satu lagi saksi dugaan kasus dugaan penyelewengan anggaran Dana BOS di SMK 2 PGRI Ponorogo yang diperiksa, namun dia enggan menyebutkan siapa orang tersebut.  “Sebenarnya kita ada pemeriksaan untuk tiga orang saksi, jadi ada mantan kepala cabang dinas pendidikan wilayah Ponorogo-Magetan itu dua orang, satunya belum bisa kami sampaikan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Tangkap Pembobol Toko Emas di Magetan, Polisi Kembalikan Barang Bukti Emas Senilai Rp 1 Miliar.

Pemanggilan 2 orang mantan Kepala Cabdindik Ponorogo-Magetan dan satu saksi lainnya menurut Agung Riyadi karena penyidik ingin menggali informasi lebih dalam lagi terkait apakah SMK swasta mendapat alokasi dana BOS dari Provinsi. “Pemeriksana dilakukan untuk mengetahui apakah sekolah SMK swasta mendapat alokasi dana BOS dari provinsi,” Pungkas Agung.

Baca Juga:  Pencuri Spesialis Kotak Amal Masjid di Magetan Diamankan Polisi.

Sebelumnya Kejaksaan Negeri Ponorogo telah menggeledah SMK 2 PGRI Ponorogo Kantor Cabdindik Jatim Wilayah Ponorogo-Magetan dan kantor salah satu penyedia ATK dalam dugaan kasus penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah BOS 2019 sampai 2024. Selama 5 tahun dana BOS diduga tidak digunakan sebagaimana mestinya. Pihak Kejari Ponorogo juga telah menyita 7 bus serta 3 kendaraan yang merupakan milik PT Alvaro (DmS,)

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM