Connect with us

News

Hujan Lima Jam Picu Longsor di Lingkar Telaga Sarangan, Akses Jalan Sempat Tertutup Batu Berdiameter Hampir 2 meter.

Published

on

Hujan Lima Jam Picu Longsor di Lingkar Telaga Sarangan, Akses Jalan Sempat Tertutup Batu Berdiameter Hampir 2 meter.

 

RASI MEDIA  – Hujan yang mengguyur kawasan Telaga Sarangan selama sekitar lima jam memicu tanah longsor di tebing sisi utara Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Kamis dini hari. Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH) Sarangan, Supriyanto, mengatakan,  hujan dengan durasi yang cukup lama menyebabkan tebing setinggi lebih dari 4 meter di sisi utara telaga longsor. “Curah hujan berlangsung sekitar lima jam. Tebing di sebelah utara Telaga Sarangan longsor pada Kamis sekitar pukul 04.00 WIB dan menutup akses jalan di pinggir telaga,” ujarnya ditemui di lokasi kejadian Kamis (15/1/2026).

Baca Juga:  Dinas Peternakan: Peternak Kurang Rajin Membersihkan Kandang Terkait Keluhan Warga Soal Lalat

Supriyanto menambahkan,  hingga siang hari petugas berhasil menyingkirkan batu besar yang berdiameter sekitar hampir 2 meter dari badan jalan dengan bantuan eksavator. Saat ini, akses jalan sudah dapat dilalui kendaraan, sementara batu besar dipinggirkan agar tidak mengganggu pengguna jalan. “ Untuk batu besarnya kita pinggirkan dulu agar tidak mengganggu akses. Rencananya kita pecah dulu baru di pindahkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik (Kasi Darlog) BPBD Kabupaten Magetan, Eka Wahyudi, material longsor tidak hanya material tanah dan batu, tapi juga bonggol pohon yang ikut tumbang. Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.“Material longsor berupa tanah, pohon bonggol, dan lima batu besar dengan diameter sekitar dua meter sempat menutup hingga 100 persen badan jalan. Namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” jelas Eka Wahyudi.

Baca Juga:  Kejaksaan Negeri Magetan Masih Proses Permintaan LO Pemerintah Daerah Terkait Status PPU Maospati.

BPBD Kabupaten Magetan akan melakukan pemantauan lanjutan dan berkoordinasi dengan DPUPR, BBWS Bengawan Solo, Perhutani, serta Dinas Pariwisata terkait upaya mitigasi struktural, seperti perkuatan tebing dan analisis kedalaman di kawasan rawan longsor. BPBD juga akan meningkatkan rambu peringatan dan meningkatkan sosialisasi kepada pelaku usaha serta wisatawan agar lebih waspada terhadap potensi longsor saat curah hujan meningkat. “ Kita mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal dan beraktivitas di wilayah rawan longsor, untuk mewaspadai tanda-tanda longsor seperti munculnya retakan tanah, pohon atau tiang yang mulai miring, keluarnya air keruh dari celah tanah, serta suara gemuruh dari arah lereng. Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas di sekitar lereng terjal saat dan setelah hujan deras,” pungkas Eka.

Baca Juga:  PP Telah Terbit, Anggota Dewan Provinsi Gelar Sosialisasi Transformasi UPK ke Bumdesma.

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM