Connect with us

Kesehatan & OlahRaga

Biaya Atasi Stunting Pada Balita Cukup Besar, Satu Bulan Bisa Capai 2 Juta Untuk Susu.

Published

on

Selama 2023 RSUD Magetan Terima Rujukan 775 Balita Stunting, Tim Aksi Cegah Stunting Kabupaten Magetan Gencarkan Sosialisasi dan Pembagian Susu PKMK.

Rasi fm – Biaya mengatasi balita stunting di Kabupaten Magetan, Jawa Timur bisa mencapai Rp 2 juta. Ketua Tim Aksi Cegah Stunting Kabupaten Magetan Rama Anindita mengatakan, satu bayi stunting bisa membutuhkan sekitar 5 kaleng susu dimana setiap kaleng memiliki berat 400 gram. Untuk mengatasi balita stunting membutuhkan susu Pangan Olahan Untuk Keperluan Medis Khusus PKMK yang mampu memenuhi kebutuhan protein sebesar 10 dari pemenuhan kebutuhan kalori.

Baca Juga:  Jajal Lintasan Sirkuit Parang Yang Baru Selesai di Bangun, Khofifah Komitmen Akan Selesaikan Pembangunannya.

”Susu itu harganya mahal, satu balita membutuhkan 4 sampai 5 kaleng setiap bulannya untuk bisa mengatasi stunting. Jadi anggaran mengatasi stunting itu sangat besar,” ujarnya ditemui di ruang kerjanya Senin (03/04/2023).

Rama menambahkan, pemberian susu Pangan Olahan Untuk Keperluan Medis Khusus PKMK untuk menangani balita stunting dibutuhkan 400 sampai 600 gram setiap hari jika balita kesulitan makan.

“Stunting baru kelihatan di usia 1 sampai 2 tahun. Kalau mengejar dari susu saja dibutuhkan 400 hingga 600 mili liter setiap hari,” imbuhnya.

Baca Juga:  Taman Bunga Refugia Akan Dilengkapi Fasilitas Masjid Yang Bersejarah

Hingga Bulan Maret 2023 RSUD Sayyidiman Magetan, Jawa Timur menerima rujukan 775 balita stunting. Angka rujukan balita stunting ke RSUD Sayyidiman mengalami kenaikan cukup tajam dibandingkan tahun 2022 karena masyarakat mulai sadar akan gejala stunting pada balita mereka.

“Tata laksana poros posyandu pusat rumah sakit itu sudah direplikasi seluruh kecamatan sehingga semua sadar akan pentingnya penanganan stunting, akhirnya rujukan meningkat tajam,” ucapnya.

Balita stunting yang dirujuk ke RSUD Magetan karena kesulitan memenuhi kebutuhan kecukupan protein sebesar 10 persen dari pemenuhan kebutuhan kalori disebabkan pola asuh oleh orang tua yang salah.

Baca Juga:  Cerita Zaydan Penderita Kanker Nashofaring Stadium 4 yang Mengidolakan Sound Horeg Brewok.

“Pola makan yang tidak tepat. Mulai 6 bulan MP Asi pemberiannya hanya karbohidrat dengan sedikit protein, kemudian tidak memenuhi feeding ruler sehingga anak anak GTM tidak mau makan, penggunaan kental manis sebagai susu itu masih banyak sekali ditempat kita,” pungkasnya.(DmS)

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM