Connect with us

Kesehatan & OlahRaga

Selama 2023 RSUD Magetan Terima Rujukan 775 Balita Stunting, Tim Aksi Cegah Stunting Kabupaten Magetan Gencarkan Sosialisasi dan Pembagian Susu PKMK.

Published

on

Selama 2023 RSUD Magetan Terima Rujukan 775 Balita Stunting, Tim Aksi Cegah Stunting Kabupaten Magetan Gencarkan Sosialisasi dan Pembagian Susu PKMK.

RASI FM – Selama tahun 2023 RSUD Sayidiman Magetan, Jawa Timur menerima rujukan 775 balita stunting. Ketua Tim Aksi Cegah Stunting Kabupaten Magetan Rama Anindita mengatakan, balita yang dirujuk ke RSUD Magetan mengalami stunting karena kesulitan memenuhi kebutuhan kecukupan protein sebesar 10 persen dari pemenuhan kebutuhan kalori disebabkan pola asuh oleh orang tua yang salah. Kurangnya pemenuhan asupan protein pada balita stunting di Magetan dikarenakan orang tua balita yang kurang memahami kebutuhan kecukupan protein dari hewani bagi balita di masa pertumbuhannya.

Baca Juga:  Belum Mengembalikan Anggaran Silpa, Desa Milangasri Belum Bisa Ajukan Pencairan DD.

“Pola makan yang tidak tepat. Mulai 6 bulan MP Asi pemberiannya hanya karbohidrat dengan sedikit protein, kemudian tidak memenuhi feeding ruler sehingga anak anak GTM tidak mau makan, penggunaan kental manis sebagai susu itu masih banyak sekali ditempat kita,” ujarnya ditemui di ruang kerjanya Senin (03/04/2023).

Rama Anindita menambahkan, untuk mengatasi tingginya angka balita stunting pemerintah Kabupaten Magetan tahun ini menganggarkan Rp 800 juta rupiah untuk pembelian susu Pangan Olahan Untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK). Dengan semakin meningkatnya pemahaman masyarakat terkait penanganan stunting sehingga banyak dari orang tua balita stunting yang melakukan rujukan ke RSUD Sayyidiman Magetan untuk mendapatkan penanganan balita stunting tahun 2023.

Baca Juga:  Harus Tutup Saat Penerapan PPKM, Majosemi Park Berhasil Membuat Dinosaurus Sendiri.

“Tata laksana poros posyandu pusat rumah sakit itu sudah direplikasi seluruh kecamatan di Kabupaten Magetan sehingga kebutuhan PKMK protein hewani setelah semua sadar akan pentingnya (penanganan) stunting itu akhirnya meningkat tajam,” imbuhnya.

Baca Juga:  Penyekatan Berakhir, Ada Warga Yang Patuh, Ada Yang Kabur.

Upaya penanganan kasus balita stunting telah dilakukan pemerintah Kabupaten Magetan pada pertengahan tahun 2022 lalu dengan menganggarkan Rp 150 juta rupiah untuk pembelian susu PKMK. Program pemberian susu PKMK pada balita stunting hingga akhir tahun 2022 telah meluluskan 11 balita stunting. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan tercatat ada 3.000 balita yang mengalami stunting di tahun 2022. (DmS)

Berita Dalam Bentuk Audio Visual Klik DISINI

 820 total views,  3 views today