News
Wisuda 220 Ibu Lulusan Sekolah Orang Tua Hebat Tingkatkan Pemahaman Orangtua Terhadap Pengasuhan Anak.
Published
2 tahun agoon
By
rasinews
RASI FM – Pemerintah daerah Kabupaten Magetan, Jawa Timur mewisuda 220 ibu ibu dari 10 desa dan kelurahan yang berhasil menuntaskan pembelajaran sekolah orang tua hebat SOTH 2024. Ratusan ibu ibu tersebut dinyatakan lulus setelah mengikuti pembelajaran bagaimana merawat anak baik dari sisi perawatan, pemenuhan gizi serta menjaga kesehatan yang dilakukan dalam 13 pertemuan selama 3 bulan. PJ Bupati Magetan Hergunadi mengatakan, program SOTH diklaim berhasil meningkatkan kemampuan orang tua dalam mengasuh anak sehingga akan menumbuhkan generasi yang berprestasi untuk mewujudkan generasi emas di tahun 2045 mendatang.
“Sekarang kita ini menghadapi banyak hal untuk mendidik anak kita. SOTH ini menyiapkan orang tua untuk mendidik lebih baik lagi. Ada permasalahan stunting, permasalahan sosial yang semakin meningkat, tentunya beban orang tua meningkat untuk mendampingi anaknya menyiapkan masa depan, ini diperlukan SOTH,” ujarnya.
Sementara Plt Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Magetan, Miftahudin mengatakan, melalui peningkatan pemahaman ibu dalam mengasuh anak melalui program SOTH 2024 mampu menekan angka stunting di Kabupaten Magetan. Menurutnya kasus stunting dipengaruhi oleh pemahaman orang tua dalam mengasuh anak sehingga melalui peningkatan pemahaman mengasuh anak kebutuhan gizi anak bisa terpenuhi.
“Tidak semua stunting pengaruh ekonomi, paling banyak dari pola asuh orang tua, pemenuhan gizi seimbang, Ada konsep berapa isi piringku, ada pemenuhan kalori, protein, dan gizi itu diajarkan di SOTH sehingga tidak bergantung kepada makanan yang instan,” ucapnya.
Desinta Aulia Agustina salah satu ibu yang di wisuda SOTH 2024 mengaku dari sekolah yang diikuti selama 3 bulan hingga diwisuda banyak ilmu yang dia dapatkan diantaranya adalah bagaimana mengatasi kesulitan menghadapi anaknya yang mengalami tantrum di pagi hari karena harus ditinggal bekerja mengajar. Guru SD Islamiyah Magetan mengaku memastikan dulu anaknya merasa nyaman saat ditinggal bekerja.
“Yang paling sering adalah tantrum di pagi hari. Dari sekolah yang kita ikuti kita harus memastikan bahwa anak harus enjoy saat kita tinggal. Caranya adalah dengan memastikan setelah orang tua pulang bekerja kita ajak dengan hal yang menyenangkan seperti jalan jalan atau mengajak ke tempat yang menyenangkan,” ujarnya.
Aulia juga mengaku memiliki trik untuk anaknya yang masih berusaia 2 tahun tidak tergantung dengan keberadaan gawai. Sejak balita menurutnya anak harus lebih banyak diajak beraktifitas dan bermain sehingga tidak mengalami ketergantungan hiburan dari gawai.
“Selama orang tua mengajak anak bermain, berinteraksi sepulang kerja anak tidak bergantung HP. Bukannya 100 persen tidak mengenal HP, tapi kita tetap mengenalkan HP tetapi durasi waktunya kita batasi,” ujarnya.
Sementara Widya dari Kelurahan Bulukerto yang turut diwisuda SOTH mengaku dari ilmu yang didapatkan dia mengaku mengetahui banyak hal termasuk kesulitan memberikan makan kepada balita. Orang tua harus memahami betul apa yang diinginkan anak dan kapan waktunya memberikan makan anak jika kesulitan makan.
“Kesukaan anak anak itu berbeda beda, kalau anak tidak suka sayur bagaimana kita mengkreasikan sayur ke dalam menu. Seperti sayur tidak hanya disayur tapi bisa di team bersama nasi atau bubur. Waktu makan anak kita juga harus tahu, kapan waktu dia lapar itu waktu terbaik untuk memberikan makan,” ucapnya. (DmS)
VISUAL NEWS klik
1,192 total views, 3 views today

You may like

Sekolah Lansia Tangguh di Magetan, Sekolah untuk Tetap Aktif Belajar, Mandiri, dan Sehat di Masa Emas.

Dari Keluarga untuk Indonesia, Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-32 di Magetan Masih Mencatat Tingginya Angka Perceraian

Mengkhawatirkan, 90 Persen Pemohon Dispensasi Nikah Anak Belum Lulus SMP di Magetan Sudah Hamil Duluan

Tingkatkan Kesadaran Perempuan Mandiri, Dinas P2KBP3A Kabupaten Magetan Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas Forum Partisipasi Publik Kesejahteraan Perempuan dan Anak.

Tingkatkan Peran Masyarakat Dalam Pengawasan Perindungan Perempuan dan Anak, Dinas P2KBP3A Gelar Bimtek.

Masih Minim Pemahaman Deteksi Dini Kanker Payudara dan Kanker Servik, Dinas KB Magetan Gelar Pelayanan Gratis Papsmer.

