Tingkatkan Kesadaran Perempuan Mandiri, Dinas P2KBP3A Kabupaten Magetan Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas Forum Partisipasi Publik Kesejahteraan Perempuan dan Anak.
RASI FM – Dinas P2KBP3A Kabupaten Magetan menggelar kegiatan peningkatan kapasitas forum partisipasi publik kesejahteraan perempuan dan anak untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Plt Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Magetan melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak Indriana Agustin mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Ki Mageti yang dihadiri oleh sejumlah organisasi wanita seperti Pokja PKK, Puspa yang terdiri dari organisasai Dian Kamala, Persid serta sejumlah organisasi perempuan di Magetan, PSMTI, serta Harpi Melati dimaksudkan untuk meningkatkan sumberdaya manusia yang mampu mandiri di bidang ekonomi serta meningkatkan kesadaran perempuan untuk melaporkan adanya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Perempuan itu harus berdaya dari sisi perekonomian, sehingga wanita tersebut bisa menghasilkan uang untuk membantu perekonomian keluarga. Wanita di Magetan harus berani berbicara jika terjadi kekerasan terhadap perempuan dan keluarga,” ujarnya.
Indriana menambahkan, tahun ini untuk meningkatkan kesadaran perempuan terhadap kekerasan terhadap perempuan dan anak Dinas P2KBPP3A Kabupaten Magetan akan membentuk desa ramah perempuan dan anak, pelatihan serta membangun rumah aman untuk menampung bagi perempuan dan anak korban kasus kekerasan. Dengan adanya rumah aman korban kasus kekerasan pada perempuan dan anak akan mendapat perlindungan untuk menyelesaikan kasus mereka.
”Habis lebaran kita akan membentuk desa peduli dan ramah terhadap perempuan dan anak, kemudian membuat pelatihan pembuatan jilbab maupun keset dan membuat bahan olahan kuliner. Kita juga akan membangun rumah aman untuk menampung perempuan dan anak yang mengalami kekerasan sehingga mereka bisa aman .” imbuhnya.
Sementara ketua Forum Puspa Larasati Wati Soetomo selaku narasumber yang memberikan pelatihan ketrampilan di bidang asesoris busana, pembuatan kerajinan lukis jilbab, pembuatan keset serta sejumlah peningkatan SDM dibidang kuliner mengatakan, perempuan harus memiliki kemandirian ekonomi melalui kegiatan kreatif yang mereka miliki. Melalui kemandirian ekonomi selain berguna untuk membantu perekonomian keluarga, kehadiran perempuan juga akan mendapatkan respek di lingkup keluarga sehingga menghadirkan keseimbangan peran di dalam keluarga yang menghasilkan kebahagiaan di dalam rumah tangga.
”Saya masih melihat ada perempuan yang mengalami kekerasan tapi tetap diam dan terlihat rukun. Harusnya ini dilaporkan dan diselesaikan sehingga tidak ada lagi kekerasan yang dialami perempuan dalam rumah tangga. Perempuan harus mandiri dan memiliki ketrampilan yang menunjang perekonomian keluarga sehingga bisa membantu perekonomian keluarga.” Katanya.
Wati Soetomo mengaku tahun 2025 Forum Puspa Larasati akan melakukan lebih banyak memberikan pelatihan ketrampilam pada perempuan sehingga menghasilkan perempuan mandiri yang sadar bagaimana harus bertindak ketika di lingkungannya terjadi kekerasan dalam rumah tangga.
“Kita akan lakukan pelatihan kuliner dan pembuatan aksesoris pakaian yang saat ini lagi laku agar perempuan bisa mandiri. Kemandirian perempuan ini akan memperkuat status di keluarga sehingga bisa terhindar dari kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kalau mampu mandiri dari sisi ekonomi kita yakin mereka akan berani melapor kalau terjadi kekerasan terhadap rumah tangga,” ucapnya. (DmS)