RASI MAGETAN – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Magetan menggelar peringatan Hari Keluarga Nasional di GOR Ki Mageti dengan penyerahan apresiasi dan penghargaan kepada para juara lomba Bangga Kencana. Plt Kepala Dinas PPKBP3A Kabupaten Magetan, Miftahudin, mengatakan, di Kabupaten Magetan harapan hidup lansia mulai meningkat yang perlu diimbangi dengan program pemberdayaan agar mereka tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif. Melalui kegiatan Sekolah Orang Tua Hebat lansia terlibat dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang akan membentuk ketahanan keluarga. “Kita mulai dari perencanaan yang baik, bahkan sejak masa kehamilan. Kita sudah meluncurkan program Bagi PPP bagi ibu hamil, kemudian untuk anak ada pemenuhan hak anak dan program 1000 Hari Pertama Kehidupan. Untuk remaja, kita ada Gerakan Remaja Berencana (Genre) dan Sekolah Orang Tua Hebat,” ujarnya.
Miftahudin menambahkan, meski ada peningkatan harapan hidup namun di Magetan masih tercatat angka perceraian yang tinggi. Dari sekitar 6.000 pernikahan yang terjadi setiap tahun, lebih dari 1.000 di antaranya berakhir dengan perceraian. Dengan tingginya angka perceraian tersebut Dinas KB terus mendorong penguatan program ketahanan keluarga, seperti Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, hingga Bina Keluarga Lansia untuk membentuk keluarga yang lebih berkualitas, harmonis, dan mampu menghadapi tantangan zaman. “Angka perceraian di Magetan cukup tinggi, rata-rata lebih dari seribu kasus setiap tahun dari sekitar 6.000 pernikahan. Karena itu, kami terus dorong program ketahanan,” imbuhnya.
Kaper BKKBN Provinsi Jawa Timur, Maria Ernawati yang hadir dalam kegiatan tersebut turut mengapresiasi pelaksanaan Harganas di Kabupaten Magetan. Tema nasional Harganas tahun ini, “Dari Keluarga untuk Indonesia”, sangat relevan dalam membangun bangsa melalui ketahanan keluarga. Dia berharap seluruh keluarga di Magetan terus meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan, sehingga ikut aktif dalam pembangunan daerah. “Artinya, apapun persoalannya, kalau dimulai dari keluarga maka semuanya akan selesai. Magetan sendiri sudah menunjukkan progres positif, baik dalam penanganan stunting maupun pembangunan kependudukan,” katanya
Wakil Bupati Magetan, Suyatni yang hadir mewakili Bupati Magetan, menyampaikan pentingnya pemberdayaan keluarga yang dimulai dari pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, peningkatan kesadaran dan pengetahuan di dua bidang ini akan secara signifikan meningkatkan kualitas hidup keluarga. “Mengapa kita memperingati hari keluarga, hal yang penting, kita semuanya diajak sadar dan menyadarkan lingkungan kita, jika negara dan bangsa kita mau maju harus dimulai dari keluarga yang pilarnya adalah pendidikan dan kesehatan,” ucapnya. (DmS)